Selasa, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Selasa, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Kemhan: Waspadai Ancaman Pada Tahun Politik

Kamis 13 September 2018 03:45 WIB

Red: Ratna Puspita

Pemilu (ilustrasi).

Pemilu (ilustrasi).

Masyarakat yang terpolarisasi pada tahun politik sangat rawan ditunggangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Bondan Tiara Sofyan mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai ancaman yang terjadi pada tahun politik. Ia mengatakan ada potensi ancaman tahun depan, yakni terbelahnya masyarakat menjelang dan pascapemilihan presiden (pilpres). 

Saat ini, lanjut dia, masyarakat sudah terpolarisasi atau terbagi dua kelompok sebagai pendukung dua bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo/Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno. Dengan adanya terpolarisasi ini, menurut dia, sangat rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

"Kita harus waspada jangan sampai itu ditunggangi,” kata Bondan di Jakarta, Rabu (13/9).

Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Jaleswari Pramodhawardani menilai kemajuan teknologi informasi membuat media sosial sudah melebihi kemampuan dari media massa. Menurut dia, kekuatan media sosial pun sudah dijadikan rujukan masyarakat dalam mencari informasi, baik itu informasi hoaks atapun informasi yang benar.

“Dengan kondisi seperti itu, kekuatan media sosial menjadi ancaman multidimensional,” katanya. 

Jaleswari mengatakan bahwa ancaman kini tidak hanya invasi militer, tetapi juga ancaman melalui ekonomi, sosial, hukum, budaya, dan lain-lain. “Tidak berwujud di satu sektor saja, tetapi sudah multidimensional,” katanya.

Karena itu, menghadapi fenomena itu, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci penentu bagi suatu negara dalam turut serta mempertahankan kedaulatan negara di semua aspek kehidupannya, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. "Sumber daya manusia tersebut, tidak hanya memiliki kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran bela negara," katanya.

Bela negara adalah sebuah nilai kesadaran yang diaktualisasikan melalui sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: LAPAN Gelar Aero Summit 2018

Selasa , 25 September 2018, 17:44 WIB