Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

KPK Kembali Panggil Fenny Steffy Burase

Kamis 26 Jul 2018 11:37 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ratna Puspita

Model asal Manado Fenny Steffy Burase usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7).

Model asal Manado Fenny Steffy Burase usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tenaga Ahli Aceh Marathon, Fenny Steffy Burase, diperiksa untuk Irwandi Yusuf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengaggendakan pemeriksaan terhadap Tenaga Ahli Aceh Marathon, Fenny Steffy Burase. Ini adalah kali kedua mantan model yang juga aktif pada ajang olahraga lari itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh tahun anggaran 2018.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk IY (Irwandi Yusuf)," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (26/7).

Selain Steffy, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi dari unsur swasta. Mereka adalah Apriyansyah, Akbar Velayati, Jason Utomo, Gigit Mawadah dan Anton Novianto.

"Kelimanya juga diperiksa untuk tersangka IY," ucap Febri.

Sebelumnya, usai diperiksa pada Rabu (18/7) pekan lalu, Steffy mengakui menerima aliran dana suap dari Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Diduga, uang itu berasal dari bancakan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh tahun anggaran 2018. 

"Aliran dana itu memang ada, tetapi Ibu Steffy tidak pernah tahu (asal) dana itu," kata Kuasa Hukum Steffy,  Fahri Timur di Gedung KPK Jakarta, Rabu (18/7) malam.

Selama hampir 12 jam pemeriksaan,  kata Fahri, kliennya dicecar dengan 60 pertanyaan. Menurut Fahri, pertanyaan penyidik terkait hubungan Steffy dengan Irwandi serta aliran suap DOK Aceh.

Dalam kasus ini, Irwandi diduga menerima uang sebesar Rp 500 juta dari commitmen fee Rp 1,5 miliar. Steffy menyatakan tak mengetahui adanya aliran suap tersebut.

Diduga, uang Rp 500 juta itu untuk membeli medali dan pakaian atlet pada ajang International Marathon yang akan digelar di Sabang, Aceh, pada 29 Juli 2018. Steffy sendiri membenarkan untuk pembelian medali ajang tersebut mencapai Rp 500 juta.

"Sebenarnya kalau untuk total medali mencapai Rp 500 juta, medali saja ya, tapi kalau untuk bajunya ada hampir Rp 300 sampai Rp 400 juta, saya kurang jelas, pokoknya kalau untuk total event keseluruhan itu mencapai Rp 13 miliar, sudah semuanya," terang dia.

Dalam kesempatan tersebut, Steffy yang juga dikabarkan dekat dengan Irwandi itu membantah telah menikah sirih dengan Irwandi. "Terlepas dari apa pun gosip ya, saya kira itu biar orang aja bercerita, tetapi saya sudah klarifikasi saya dengan beliau, saya benar-benar hubungan kerja," ujarnya. 

Steffy mengaku mengenal Irwandi sejak ikut menggarap gelaran Aceh Marathon 2018 itu. Kegiatan lari yang dipusatkan di Kota Sabang itu sudah dirancang sejak satu tahun lalu. 

"(Kenal) dari tahun kemarin, karena kebetulan program ini dibuat hampir satu tahun. Kalau kira-kira hubungan profesional ada nikah siri enggak?" kata dia. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA