Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Istri Pemilik Bahan Peledak di Pasuruan Ditahan

Kamis 05 Jul 2018 17:11 WIB

Red: Nur Aini

Suasana lokasi ledakan di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7).

Suasana lokasi ledakan di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7).

Foto: Dok Istimewa
Polisi masih mengejar pelaku peledakan di Pasuruan.

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN -- Seorang perempuan yang merupakan istri terduga pemilik bahan peledak, ditahan di rumahnya di pemukiman Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

"Ya, perempuan diduga istri terduga pemilik bahan peledak, sudah diamankan di TKP pertama, untuk kepentingan penyelidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Mohammad Iqbal dalam pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (5/7).

Sementara Densus 88 kini masih mengejar pelaku yang diketahui berinisial Anw. "Ledakan diduga low eksplosif. Pelaku saat ini masih dikejar," katanya.

Berdasarkan identitas KTP, Anw (50 tahun) diketahui merupakan warga Serang, Pandeglang, Banten. Brigjen Iqbal menjelaskan, insiden ledakan yang pertama terjadi di rumah kontrakan Anw di Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis sekitar pukul 11.30 WIB.

Selang lima menit kemudian, terjadi ledakan kecil di dalam rumah tersebut. Kemudian pelaku Anw keluar dari rumah kontrakan dengan membawa tas ransel dan pergi menggunakan sepeda motor.

Tak lama kemudian, polisi datang mengejar Anw yang kabur. Lalu terjadi lagi ledakan ketiga di jalan permukiman. Iqbal menyebut, insiden ledakan tersebut mengakibatkan bocah berusia enam tahun mengalami luka.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dan Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono saat ini sudah tiba di lokasi kejadian. "Polisi sedang melakukan olah TKP dan menolong korban dan membuat perimeter aman untuk kepentingan pengamanan bagi masyarakat sekitar lokasi," katanya.

Baca: Polda Jatim: Tiga Ledakan di Pasuruan Diduga Bom

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA