Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Belanda Apresiasi BNPT Tangani Mantan Terorisme

Rabu 04 Jul 2018 15:43 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Angga Indrawan

Menlu Belanda, Stef Blok saat mengunjungi kampung mantan terorisme di Lamongan, Rabu (4/7/2018).

Menlu Belanda, Stef Blok saat mengunjungi kampung mantan terorisme di Lamongan, Rabu (4/7/2018).

Foto: ist
Indonesia memberikan teladan kepada dunia, bagaimana pendekatan lunak dikedepankan.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Pemerintah Belanda mengapresiasi sejumlah cara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Teroisme (BNPT) dalam menangani mantan teroris. 

Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok datang langsung ke Indonesia untuk belajar deradikalisasi lunak ala BNPT di Lamongan pada Rabu (4/7).

Blok mendatangi Yayasan Lingkar Perdamaian yang merupakan bentukan kakak beradik mantan teroris, Ali Imron dan Ali Fauzi di kawasan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Ia berharap dapat belajar ilmu cara lunak menangani teroris dari kedua kakak beradik itu.

"Indonesia memiliki banyak pengalaman terkait penanganan terorisme karena beberapa kali mengalami serangan bom. Kami (Belanda) juga memiliki masalah sama dengan banyaknya warga kami pergi ke Suriah dan sekarang kembali pulang,” ujar Blok di sela-sela kunjungan, Rabu.

Menurut Blok, Belanda ingin para warganya yang pernah terpapar paham sesat itu nantinya bisa hidup normal. Selain itu, Belanda juga ingin mencegah mereka menyebarkan paham radikal terorismenya ke orang lain.

"Makanya kami kemari untuk melihat apa yang dicapai ustaz Ali Fauzi dengan sekolah dan yayasannya. Saya sangat terkesan karena seumur-umur tidak pernah membayangkan bisa berjabat tangan dengan banyak mantan teroris di sini. Ini luar biasa dan saya sangat mengapresiasi cara Indonesia memperlakukan mereka," ujar Blok.

Dari pelajaran yang didapat ini, Blok menggambarkan bahwa pemerintah Belanda maupun Indonesia memiliki dua tugas penting. Pertama adalah bagian di mana mereka dihukum sesuai hukum yang berlaku, dan setelah itu bagaimana mereka mereka dikembalikan ke masyarakat dan diberi kesempatan kedua untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Ia sadar pemerintah tidak bisa efektif melakukan penanganan terorisme hanya dengan lewat jalur hukum. Tapi ada cara yang lebih baik dan manusiawi dengan mendidik anak-anak mereka agar masa depannya lebih baik.

"Indonesia telah memberikan teladan kepada dunia, bagaimana melakukan cara-cara lunak dan berperikemanusiaan itu. Ini akan kami contoh dan kami terapkan di Belanda,” kata Blok menegaskan.

Sehari sebelumnya, Blok juga menyatakan bahwa Belanda siap membantu Indonesia dalam memerangi terorisme. Hal itu disampaikan Blok saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Saat konferensi pers bersama Retno, Blok mengatakan, pihaknya kembali menyampaikan belasungkawa atas serangan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu.

“Kami juga bekerja sama dalam masalah keamanan. Baru-baru ini Indonesia dilanda serangan teror yang menghebohkan. Saya menyampaikan duka yang mendalam untuk Menteri Retno dan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius menjelaskan, bahwa selain Yayasan Lingkar Perdamaian dengan Islamic Boarding School-nya di Lamongan dan Pondok Pesantren Mantan Teroris di Deliserdang, BNPT tengah menjalankan program deradikalisasi dengan lebih baik lagi.

“Begitu berstatus napiter, BNPT langsung mengurus mereka. Begitu juga saat keluar penjara, kami juga terus mengurus mereka, termasuk keluarganya. Karena tidak mungkin, kita berasumsi mereka di dalam tahanan sudah tidak radikal lagi,” kata Suhardi Alius.

Pada kunjungan itu, Menlu Belanda didampingi Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol dan Dubes Indonesia untuk Belanda I Gusti Wesaka Puja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA