Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Kapolri Apresiasi Penangkapan Terduga Teroris Jelang Lebaran

Jumat 15 Juni 2018 11:54 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bayu Hermawan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Kapolri mengatakan Densus 88 AT terus bekerja untuk menjamin keamanan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi penangkapan lima orang terduga teroris, oleh satuan detasemen khusus (Densus) 88 antiteror di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Rabu (13/6) malam. Satu orang terduga teroris diketahui memiliki hubungan dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Blitar.

"Teman-teman dari Densus 88 mereka terus bekeja meskipun ini liburan, suasana lebaran justru kita meningkatkan suasana dalam rangka menjamin keamanan kepada masyarakat," kata Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (15/6).

"Jadi kita syukuri sampai hari ini situasi masih aman dan terkendali," ucap Tito.

Terduga Teroris Berencana Serang Markas Polisi dan Bank

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/06/14/pab57p330-terduga-teroris-berencana-serang-markas-polisi-dan-bank

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, lima tersangka jaringan teroris yang ditangkap di Blitar, Jawa Timur, berencana melakukan perampokan bank. "Kami dapat beberapa petunjuk dan bukti kalau mereka akan merencanakan aksinya di beberapa bank di Blitar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal saat ditemui di Jakarta, Kamis (14/6).

Dari lima tersangka, satu orang tersangka berinisial AR memiliki koneksi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Blitar. Menurut Iqbal, mereka memiliki anggota yang bertugas mengumpulkan harta (fa'i), dan salah satu caranya adalah merampok bank.

"Mereka kan ada istilahnya fa'i dengan perampokan. Untuk pendanaan," ujar Iqbal.

Saat ini, kepolisian masih mendalami sumber pendanaan kelompok teroris ini. Menurut Iqbal, pendanaan kegiatan teror kelompok ini bukan berasal dari urunan anggota JAD.  Kepolisian telah menangkap sumber yang melakukan pendanaan. Namun, masih belum jelas apakah dana tersebut berasal dari dalam atau luar negeri.

"Ada yang mendanai makanya yang mendanai sudah kita jadikan tersangka," katanya.

Sementara itu, dalam melakukan transfer dana ke rekan-rekan pelaku, kepolisian menduga mereka memberikan dana secara tunai. "Selama ini beberapa kasus yang kami ungkap banyak yang cash," katanya.

Berdasarkan keterangan pers dari Polda Jatim, lima terduga teroris yang ditangkap masing-masing berinisial AR, MSZ, NH, HW, dan K. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu senjata api jenis FN, delapan peluru kaliber 9 mm, dan beberapa buku tentang jihad.  Selanjutnya, semua tersangka ditahan di Mako Brimob Polda Jatim pada Kamis dini hari.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 Juni 2018, 00:22 WIB