Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Polisi Periksa Empat Saksi Tercecernya KTP-El

Ahad 27 May 2018 15:17 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Reiny Dwinanda

KTP elektronik. (Ilustrasi)

KTP elektronik. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Saksi menyatakan truk sempat berhenti di tempat warga menemukan KTP-el tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kepala Polsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat mengatakan informasi tentang penemuan satu karung KTP-el di Jalan Raya Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat didapatkan sekitar pukul 13:30 WIB pada Sabtu (26/5). Setelah dilakukan pengecekan, polisi menemukan kebenaran kabar tersebut.

"Kami telah memeriksa empat orang saksi, yakni warga Salabenda yang kebetulan berada di lokasi kejadian," ujar Ade, Ahad (27/5).

Polisi menyatakan KTP-el yang berserakan itu berasal dari Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan saksi, truk yang membawa KTP-el memiliki ciri-ciri truk engkel berwarna biru dan bergerak menuju arah Parung. Nomor polisi kendaraan masih belum diketahui.

Truk tersebut terlihat berhenti di tempat kejadian pekara, yakni di Simpang Salabenda, Kabupaten Bogor. "Atas kejadian tersebut, Kapolsek beserta anggota saat ini tengah melakukan investigasi," jelasnya.

Menurut Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha sudah melakukan Pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil penelusuran, KTP-el yang teronggok di Jalan Raya Salabenda Semplak, Parakansalak, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu merupakan kartu rusak.

Zudan menjelaskan ribuan kartu rusak itu berasal dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam perjalanannya menuju Gudang Kemendagri di Kabupaten Bogor, ribuan KTP-el rusak itu jatuh dari mobil pengangkut.

"KTP-el tersebut sudah diamankan bersama masyarakat dan dikembalikan ke mobil pengangkut untuk selanjutnya dibawa ke Gudang Penyimpanan di Semplak," kata Zudan melalui keterangan tertulisnya, Ahad (27/5).

Pemindahan itu disaksikan oleh petugas kemendagri yang ditugaskan melaksanakan pemindahan barang dari Pasar Minggu ke Semplak. Zudan merinci, KTP-el rusak yang dibawa ke Semplak sebanyak satu dus dan seperempat karung.

"Jadi, bukan berkarung-karung, seperti yang diisukan di media sosial," ujarnya.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo memerintahkan agar KTP-el rusak tersebut segera dimusnahkan agar tidak disalahgunakan. Ia mencurigai ada unsur kesengajaan dalam insiden tercecernya KTP-el ini.

"Selasa besok harus selesai usulan mutasi pejabat Dukcapil yang harus bertanggung jawab di-non job-kan," kata Tjahjo menegaskan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES