Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Presiden Jokowi Setujui Koopssusgab Dihidupkan Kembali

Rabu 16 May 2018 21:42 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme di sejumlah daerah, Senin (14/5).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme di sejumlah daerah, Senin (14/5).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Koopsusgab ini merupakan tim antiteror gabungan dari tiga matra TNI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dihidupkan kembali. Koopsusgab ini merupakan tim antiteror gabungan dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus milik TNI AD, Detasemen Jalamangkaraya TNI AL, dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI AU.

"Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," kata Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5).

Moeldoko menyampaikan kemampuan pasukan Koopssusgab telah disiapkan secara baik untuk ditugaskan ke berbagai daerah di Indonesia. Selanjutnya, Kapolri dan juga Panglima TNI akan membahas lebih lanjut tugas pasukan khusus gabungan ini.

Untuk mengaktifkan kembali komando operasi khusus gabungan ini, kata dia, tak perlu menunggu pembahasan revisi UU antiterorisme rampung. Selain itu, Moeldoko menambahkan, juga tak diperlukan payung hukum lainnya untuk menghidupkan pasukan yang berada di bawah komando Panglima TNI tersebut.

"Enggak perlu nunggu. Sekarang ini, pasukan itu sudah disiapkan," ucapnya.

Menurutnya, operasi gabungan ini perlu dijalankan sebagai langkah preventif menghadapi ancaman serangan terorisme dan menciptakan ketenangan masyarakat. Serangan teror yang terjadi berturut-turut inipun disebutnya sebagai dampak dari tindakan tegas aparat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tak khawatir dan merespon berlebihan atas peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. Masyarakat juga perlu menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan baik kepolisian, TNI, dan juga BIN.

Ia berharap, Koopssusgab dapat terus dihidupkan baik untuk menanggulangi ancaman terorisme maupun operasi perang lainnya di berbagai daerah. Dengan aktifnya kembali Koopssusgab diharapkan dapat memberikan kekuatan yang optimal untuk mengamankan negara.

"Kita berharap lebih memberikan kekuatan yang optimal. Apakah intelijen atau unsur represif," ujar Moeldoko.

Koopssusgab sendiri merupakan pasukan yang dibentuk Moeldoko yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI. Koopssusgab pertama kali diresmikan pada 9 Juni 2015.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 August 2018, 11:11 WIB