Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Marak Aksi Teror, Moeldoko: BIN Enggak Kecolongan

Rabu 16 May 2018 18:04 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme di sejumlah daerah, Senin (14/5).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme di sejumlah daerah, Senin (14/5).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Moeldoko meminta petugas keamanan bertindak tegas menghadapai serangan teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta petugas keamanan, baik kepolisian maupun TNI, tetap bertindak tegas menghadapi ancaman serangan para teroris. Moeldoko menilai, maraknya serangan kelompok teroris dalam beberapa waktu terakhir bukan berarti Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan.

"Yang penting TNI, Polri, tetap tegas," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5).

Menurut dia, rentetan serangan teroris di berbagai daerah merupakan dampak dari langkah kepolisian yang bertindak tegas menekan keberadaan para teroris. Yang terpenting, kata Moeldoko, aparat keamanan tak lengah menghadapi serangan ini.

"Ada aksi, ada reaksi, itu pasti. Ya memang karena kepolisian sedang menekan. Jadi, ada reaksi. Sudah hukum alam seperti itu," katanya.

Moeldoko pun meminta masyarakat tenang dan menyerahkan kepada kepolisian untuk menangani serangan-serangan para teroris. Menurut Moeldoko, terjadinya serangan teroris yang terjadi berturut-turut di beberapa daerah dalam sepekan ini tak berarti BIN kecolongan.

"Enggak, enggak ada kecolongan," kata Moeldoko.

Rentetan teror dipicu peristiwa kericuhan di rutan cabang Salemba di kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Para narapidana terorisme menyandera sejumlah aparat kepolisian yang berjaga dan menyebabkan lima polisi tewas pada Selasa (8/5). Peristiwa ini juga diikuti upaya penyerangan ke Mako Brimob yang kembali menewaskan seorang personel kepolisian pada Jumat (11/5).

Kemudian, pada Ahad (13/5) dini hari, empat teroris anggota JAD yang menuju ke Mako Brimob ditembak mati di Cianjur. Pada Ahad pagi, serangan teror kembali terjadi di Surabaya. Satu keluarga melakukan serangan bom bunuh diri di tiga gereja di lokasi yang berbeda.

Teror masih berlanjut. Pada malam harinya, ledakan bom terdengar di sebuah rumah susun di Sidoarjo. Kemudian, pada Senin (14/5), serangan bom menargetkan Mapolrestabes Surabaya. Terakhir, serangan teror terjadi di Markas Polisi Daerah Riau pada pagi hari ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES