Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Bom Bunuh Diri di Surabaya, Ini Kata Penceramah Harry Moekti

Rabu 16 Mei 2018 04:49 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Ulama Harry Moekti

Ulama Harry Moekti

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Harry mengatakan, seharusnya kemampuan para teroris untuk menyampaikan kebenaran

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Penceramah Harry Moekti memberikan pandangan terkait aksi bom bunuh diri di Surabaya, Ahad (13/5) dan Senin (14/5) pagi, serta di Sidoarjo yang menewaskan belasan warga serta puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Dia menyebut, aksi yang dilancarkan itu berlandaskan eksistensi semata.

"Mereka itu merasa jago (kuat) dan ingin menunjukkan mampu. Kemampuannya dipakai untuk berbuat itu (mengebom)," ujarnya di Kota Cimahi, Senin (14/5).

Aksi terorisme tersebut menyasar gereja, kantor polisi, dan rumah susun. Akibatnya, puluhan nyawa melayang dan mengalami luka-luka.

Dia mengatakan, seharusnya jika mereka merasa memiliki kemampuan itu, digunakan untuk menyampaikan kebenaran. Sehingga, tidak sampai mencelakakan orang yang tidak bersalah.

Ia mencontohkan, seperti seorang ulama yang memiliki kemampuan berdakwah, berarti harus menyampaikan kebenaran. Sehingga, bisa bermanfaat untuk masyarakat.

"Contoh saya pendakwah, berarti berani menyampaikan kebenaran, bukan berani celaka," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat tetap bertakwa agar tidak ada ketakutan atas adanya kejadian tersebut. "Mengaji adalah modal dari takwa, kerjakan sekarang juga karena orang bertakwa itu tidak memiliki rasa takut kecuali kepada Allah," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA