Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Alasan Mengapa Teroris Serang Surabaya Menurut Pengamat

Senin 14 Mei 2018 19:40 WIB

Rep: Umar Mukhtar, Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani

Polisi mengamankan lokasi parkir sepeda motor tempat ledakan bom terjadi di Gereja Pantekosta, Surabaya, Ahad (13/5)

Polisi mengamankan lokasi parkir sepeda motor tempat ledakan bom terjadi di Gereja Pantekosta, Surabaya, Ahad (13/5)

Foto: Trisnadi/AP
Teror bom sebelumnya terjadi di beberapa gereja di Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat terorisme dari Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Ali Asghar mengungkapkan, tidak alasan yang khusus terkait mengapa kelompok teroris melakukan aksinya di Surabaya, Jawa Timur. Namun, ia meyakini, alasan Surabaya dipilih, karena di sanalah tempat bercokolnya kekuatan mereka.

"Saya melihat karena memang kekuatannya mengumpul di Surabaya ini. Jadi, enggak ada (alasan khusus). Ini cuma karena mereka berkumpul di Surabaya ini, saya melihatnya begitu," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (14/5).

Ali menambahkan, banyak simpatisan ISIS yang berkumpul di Surabaya dan juga Sidoarjo. "Basis kekuatan dan simpatisannya itu banyak menumpuk di sana. Jatim (Jawa Timur) sudah diperingatkan sejak tiga tahun lalu oleh kepolisian," papar dia.

Bahkan, jelas Ali, sebagian besar dari 500 warga Indonesia yang berangkat ke Suriah itu dari Jatim. Misalnya, Sidoarjo, Malang, dan Surabaya. Karena itu, pada akhir 2017 lalu banyak terjadi penggerebekan terhadap sel-sel teroris di sana. Mereka yang ditangkap adalah yang pernah dan akan berangkat ke Suriah.

"Sebagian dari 500 WNI yang berangkat ke Suriah itu kebanyakan dari Jatim. Malang, Sidoarjo, Surabaya. Sehingga kalau mengikuti dari Oktober sampai Desember 2017 lalu, itu banyak penggerebekan, banyak sel-sel (teroris) ditangkepin polisi semua," tuturnya.

Indonesia diterpa teror dalam beberapa hari ini. Selasa (8/5) malam, narapidana teroris (napiter) membuat kerusuhan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Keributan ini menyebabkan lima anggota kepolisian tewas.

Dua hari berselang, Kamis (10/5) malam, orang tak dikenal menyerang anggota Intel Brimob. Anggota tersebut ditusuk di sekitar Mako Brimob. Selang beberapa hari, tepatnya pada Ahad (13/5) kemarin, teror kembali terjadi, bukan di Jakarta melainkan di Surabaya. Teror terus berlanjut hingga hari ini, saat Polrestabes Surabaya yang dihantam bom.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengemukakan, kelompok yang melakukan aksi di Polrestabes Surabaya merupakan bagian dari kelompok sama yang melakukan aksi di tiga gereja di Surabaya, Ahad (13/5), yakni kelompok sel Jamaa JAD di Surabaya. "Kenapa aksinya di Surabaya? Karena mereka menguasai daerah ini. Mengapa mereka melakukan aksi ini? Karena pimpinan mereka ditangkap. Instruksi juga dari ISIS sentral di Suriah," kata Tito, Senin (14/5).

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA