Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Napi Diduga Provokator Rusuh Mako Brimob Dirawat di RS Polri

Kamis 10 May 2018 16:46 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andri Saubani

Narapidana Terorisme, Abu Afif  dibawa menuju ruang UGD RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/5).

Narapidana Terorisme, Abu Afif dibawa menuju ruang UGD RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/5).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
155 napi terorisme menyerahkan diri pada Kamis pagi usai rusuh di Mako Brimob.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada Kamis (10/5) pagi sekitar pukul 09.30 WIB dua ambulans milik Mabes Polri tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ambulans tersebut membawa seorang pasien berkursi roda yang identitasnya belakangan diketahui sebagai narapidana teroris Wawan alias Abu Afif.

"Iya napi dirawat di tahanan namanya Abu Afif," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kombes Edy Purnomo, pada awak media, Kamis (10/5).

Wawan atau Abu Afif adalah napi teroris yang diduga merupakan provokator kerusuhan yang terjadi di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Menurut Edy, Wawan mengalami satu luka di bahu kiri diduga luka tembak.

Wawan datang menggunakan kursi roda dan masker serta selimut berwarna oranye. Begitu dua mobil ambulan tersebut datang, lokasi di sekitar kedatangan langsung diamankan garis polisi. Pihak kepolisian pun menjaga Wawan dengan ketat ketika memasuki ruangan rumah sakit.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Muhammad Iqbal, kerusuhan terjadi karena hal sepele. Keluarga napi mengirimkan makanan namun kata dia, napi tidak terima makanannya diperiksa terlebih dulu.

"Masalah makanan yang harus sesuai SOP verifikasi dari kami," kata Iqbal, Rabu (9/5).

Akan tetapi, lanjut dia, napi kemudian tidak terima dan cekcok antara napi dan petugas pun tidak dapat dihindari. Akhirnya, kerusuhan maut pun terjadi dan menewaskan enam orang.

Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin memastikan, petugas keamanan telah menyelesaikan operasi pembebasan sandera di Rumah Tahan Salemba cabang Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Kamis (10/5) pagi. "Operasi penanggulangan pembebasan sandera sudah selesai aman dan terkendali dan seluruh napi teroris sejumlah 156 menyerahkan diri," ujar Syafruddin.

Operasi sterilisasi dilakukan hingga Kamis (10/5) pagi. Operasi tersebut berakhir sekitar pukul 07.15 WIB. Dari operasi ini, 155 tahanan yang melakukan penyanderaan dinyatakan menyerah. Satu napi tewas ditembak saat insiden terjadi pada Selasa (8/5) malam.

Sebelumnya, dalam kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua tersebut, narapidana menguasai seluruh enam blok Rumah Tahanan cabang Salemba. Enam orang, yakni lima polisi dan satu narapidana tewas dalam kerusuhan yang bermula sejak Selasa malam tersebut. Satu sandera petugas kepolisian berhasil dibebaskan pada Rabu (9/5) tengah malam.

Baca: Ini Pemicu Rusuh Mako Brimob Versi Tim Pengacara Muslim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA