Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Novel Ingin Segera Kembali Aktif Bekerja

Kamis 03 Mei 2018 20:40 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Poster bergambarkan Novel Baswedan dalam rangka peringatan 1 tahun kasus Novel Baswedan di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/4).

Poster bergambarkan Novel Baswedan dalam rangka peringatan 1 tahun kasus Novel Baswedan di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/4).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Ia pun belum bisa membaca dengan kondisi mata yang tengah dalam proses penyembuhan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebutkan, karena kondisinya saat ini, ia masih belum bisa bekerja aktif kembali. Ia pun berharap agar dapat segera kembali bekerja di lembaga antirasuah yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan itu.

Novel menjelaskan, dia belum bisa aktif bekerja lantaran matanya belum bisa melihat dengan jelas. Ia pun belum bisa membaca dengan kondisi mata yang tengah dalam proses penyembuhan itu.

"Bahkan di sini pun rekan-rekan di depan saya ini, saya belum lihat jelas. Apabila saya sudah bisa membaca teks, saya ingin segera bekerja," kata dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (3/5).

Novel mengatakan, mata kirinya, saat ini menggunakan kornea artificial. Ia menjelaskan, dengan menggunakan itu, diharapkan matanya dapat melihat dengan lebih jelas, sehingga memungkinkan dia untuk bisa membaca dan kegiatan lainnya.

"Yang kanan karena ada banyak problematika, tentu diharapkan minimal stabil. Saya berdoa, semoga ada suatu mukjizat yang membuat mata saya lebih baik lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, bencana dalam kehidupan Novel Baswedan bermula ketika dia disiram air keras oleh dua sosok yang hingga kini tak diketahui identitas lengkapnya. Pagi itu, Selasa 11 April 2017, seperti biasa Novel melakukan shalat Subuh berjamaah di Masjid Jami Al-Ihsan.

Warga sekitar memang mengenal Novel sebagai sosok yang selalu menunaikan ibadah shalat di masjid. Masjid Jami Al-Ihsan dapat ditempuh dari rumahnya cukup dengan berjalan kaki sekitar 70 meter.

Setelah melaksanakan shalat berjamaah, Novel berjalan kembali menuju kediamannya. Hampir setengah perjalanan menuju rumah, kira-kira pukul 05.01 WIB, terjadilah aksi penyiraman air keras terhadaonya. Serangan tersebut, kasusnya sudah setahun terakhir ini belum juga menemui titik terang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA