Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

ICMI: Organisasi Buruh Perjuangkan Kesejahteraan Anggotanya

Selasa 01 May 2018 22:02 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah aliansi buruh melakukan aksi teatrikal  di  depan Istana Negara pada peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Selasa (1/5).

Sejumlah aliansi buruh melakukan aksi teatrikal di depan Istana Negara pada peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Selasa (1/5).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Perusahaan harus penuhi kewajiban dan memberi hak-hak para buruh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Mohammad Jafar Hafsah meminta kalangan buruh atau pekerja di Tanah Air tetap idealis sesuai dengan tugas profesinya. Organisasi Buruh sebagai wadah perjuangan anggota, senantiasa memperjuangkan kemaslahatan buruh.

Menurut Jafar, pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day ini dijadikan momentum mawas diri. "Apa saja yang telah dilakukan, bagaimana bekerja lebih sungguh- sungguh, lebih profesional, lebih berkualitas, semakin bagus hubungan dengan perusahaan, industri, lembaga dimana masing-masing bekerja," ujar Jafar dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (1/5).

Di sisi lain, kata Jafar, harus juga diperjuangkan soal upah yang laik serta ada insentif yang baik dengan mengiringi kerja yang baik serta kerja yang berprestasi. Begitu pula diharapkan agar pemerintah berlaku adil, mengutamakan karyawan, pekerja, buruh, mengontrol perusahaan, industri dan lembaga usaha lainnya dalam memperlakukan buruh dengan baik.

"Perusahaan harus memenuhi kewajiban mereka terhadap pekerja, dan memenuhi serta memberi hak-hak para buruh," katanya.

Salah satu aspek yang disorot ICMI mengenai profesionalitas buruh, kata Jafar jangan sampai terjebak pada dinamika politik praktis atas nama perjuangan kaum pekerja. Menurut Jafar, hal itulah yang membuat semangat dan jiwa perjuangan kaum buruh akan pudar akibat ada kepentingan politik praktis yang melandasinya.

Jafar juga menilai, buruh maupun organisasi yang menaunginya tetap berada pada koridor dan ruang profesinya tanpa mau ditunggangi kepentingan apapun. Koridor tersebut yaitu berkaitan dengan kesejahteraan buruh.

Organisasi buruh mesti tetap konsisten memperjuangkan segala aspek kebijakan atau regulasi yang berpihak dan menguntungkan dan memberi jaminan masa depan yang lebih baik bagi pekerja. "Idealnya organisasi buruh senantiasa memperjuangkan anggotanya untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik," ungkap Jafar.

Indonesia merupakan negara yang mempunyai jumlah penduduk berstatus buruh atau pekerja yang cukup tinggi. Karena itu organisasi buruh diharapkan agar senantiasa memperjuangkan upaya agar pemerintah membuka dan menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak lagi.

"Akhirnya kepada saudaraku para karyawan, pekerja dan buruh semua ICMI mengucapkan Selamat Hari Buruh, lebih mawas diri, lebih profesional, lebih bahagia, lebih sukses dan lebih sejahtera, Amin," tutup Jafar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB