Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Hilman Ungkap Hubungannya dengan Fredrich Yunadi

Jumat 27 April 2018 00:21 WIB

Red: Ani Nursalikah

Mantan wartawan kontributor stasiun televisi swasta Hilman Mattauch meninggalkan gedung seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.

Mantan wartawan kontributor stasiun televisi swasta Hilman Mattauch meninggalkan gedung seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.

Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Hilman mengaku tidak pernah melakukan komunikasi selain dalam urusan pekerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan jurnalis Metro TV Hilman Mattauch pada persidangan di pengadilan di Jakarta mengungkapkan hubungannya dengan bekas pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi.

"Kenal Pak Fredrich karena pernah diwawancara masalah jam tangan di kantor Pak Fredrich," kata Hilman dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (26/4) malam.

Hilman baru mulai bersaksi pada sekitar pukul 22.00 WIB untuk mantan pengacara Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Keduanya didakwa bersama-sama dengan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo menghindarkan Setnov diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el).

Jam tangan yang dimaksud Hilman adalah jam tangan Richard Mille seri RM 011 seharga 135 ribu dolar AS yang dibeli pengusaha Andi Agustinus bersama Johannes Marliem yang disebut sebagai bagian dari kompensasi karena Setya Novanto membantu memperlancar proses penganggaran KTP-el. "Saya pernah dua-tiga kali wawancara," kata Hilman.

Hilman pun mengaku tidak pernah makan atau melakukan komunikasi lain dengan Fredrich selain dalam urusan pekerjaan sebagai wartawan. "Tahu Pak Fredrich waktu konferensi pers Pak Fredrich sudah jadi pengacara Setya Novanto, kalau tidak salah Oktober," ungkap Hilman.

(Tak Nyaman Satu Rutan dengan Setnov, Fredrich Minta Dipindah)

Menurut Hilman, jam tangan itu bukan milik Setnov, melainkan pemberian orang lain. "Saya tidak menghubungi terdakwa. Saya hanya menelepon ajudan dan beberapa petinggi Golkar karena ingin wawancara Pak SN untuk mengklarifikasi berita yang beredar," ujar Hilman.

Hilman pun mencari-cari Setnov yang menghilang saat dipanggil KPK pada 15 November 2017. Ia menemukan Setnov di gedung DPR pada 16 November dan berniat membawa Setnov ke kantor Metro TV untuk wawancara langsung.

"Dari DPR karena macet dan saat itu menjelang magrib ditambah hujan, jadi saya masuk ke Perumahan Permata Hijau. Saat itu banyak pasir. Kisaran kecepatan 50 km/jam," kata Hilman.

Hilman membawa mobilnya sendiri, Toyota Fortuner. Di bangku belakang ada Setnov. Sementara itu, di sebelah bangku sopir ada ajudan Setnov, Reza Pahlevi.

"Saya menabrak tiang penerangan jalan dekat saluran air besar. Reza sudah memaki-maki saya. Sepintas saya lihat Pak SN saat masih di dalam mobil, miring agak mangap sedikit," ujar Hilman.

Ia juga tidak melihat Setnov mengalami luka terbuka yang mengalirkan darah. "Jidatnya tertutup rambut. Setelah itu saya minta maaf sama Reza, lalu Reza membawa Pak SN ke arah lampu merah. Saya tidak tahu dibawa ke mana. Belakangan saya tahu dibwa ke RS Medika Permata Hijau," ujar Hilman.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 Agustus 2018, 11:11 WIB