Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Ketua DPR Kecam Penyerangan Pimpinan Ponpes Muhammadiyah

Senin 19 Februari 2018 08:35 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Ketua DPR Bambang Soesatyo

Ketua DPR Bambang Soesatyo

Foto: Antara/Wahyu Putro A
KH Hakam Mubarok diserang oleh orang yang diduga sakit jiwa di Masjid Al Manar.,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus penyerangan terhadap ulama kembali terjadi. Pada Ahad (18/2) kemarin, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok diserang oleh pria yang diduga sakit jiwa di Masjid Al Manar, jelang shalat Zuhur.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengutuk keras penyerangan tersebut. Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut menegaskan tindakan kekerasan terhadap orang lain, terlebih pemuka agama tidak pernah dibenarkan dalam hukum ataupun ajaran agama manapun.

"Saya mengutuk keras tindakan kekerasan yang masih terjadi kepada para pemuka agama di Indonesia. Apapun alasannya, tidak boleh lagi terjadi kekerasan serupa," tegasnya, Senin (19/2).

Bamsoet, meminta aparat penegak hukum segera bergerak cepat untuk mengusut tuntas kekerasan yang terjadi di Lamongan, sehinggatidak ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kejadian tersebut.

"Kepolisian harus segera dan serius mengusut tuntas kasus tersebut serta membongkar motif dan latar belakang penyerangan terhadap para pemuka agama. Jika polisi tidak bergerak cepat, saya khawatir akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat kita sehinga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu," jelas Bamsoet.

Bamsoet juga meminta masyarakat tidak terprovokasi atas tindakan ini. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap upaya mengadu domba umat. "Tidak ada dasar agama maupun budaya yang mendidik kita melakukan tindakan kekerasan. Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan isu SARA," ujarnya.

Bamsoet meminta pemerintah untuk tidak memberikan ruang atau kesempatan bagi siapapun untuk melakukan kekerasan. "Saya tegaskan, negara tidak boleh memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan. Apalagi hingga mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat," kata politikus Partai Golkar tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES