Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Fahri Sebut KPK Cocok Jadi Aparat Kim Jong-un

Rabu 14 February 2018 19:18 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nidia Zuraya

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah.

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
KPK dinilai membuat drama dengan menangkap calon kepala daerah yang maju di pilkada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gencarnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah ikut berkomentar. Menurutnya, KPK cocok pindah ke Korea Utara.

"Suruh jadi aparatnya Kim Jong Un nah itu cocok itu dia (KPK)," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Fahri menganggap KPK hanya membuat drama dengan menangkap calon-calon kepala daerah yang akan bertarung di pilkada seolah hal tersebut bisa memunculkan efek jera. Hal tersebut menurut sama saja seperti berburu di kebun binatang.

"Saya menganggap bahwa KPK itu sdh mengalami kematian fungsi dan eksistensi. Sekarang dia kejar-kejar bupati yang lagi pilkada itu," kata Fahri.

Fahri melihat KPK sudah salah dalam mendefinisikan arti korupsi dengan mengekstensi korupsi dengan cara tindak pidana. Menurutnya KPK cukup jadi lembaga investigatif.

"KPK itu sudah salah ya dari ujung ke ujung sudah salah," katanya.

Diketahui, dalam dua pekan terakhir KPK telah menangkap tiga kepala daerah yang tersandung korupsi, diantaranyaBupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae, dan Bupati Subang Imas Aryumningsih.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES