Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

LBH Masyarakat Kecam Pernyataan Buwas Soal Tembak Mati

Kamis 28 Desember 2017 18:04 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Bilal Ramadhan

Kepala BNN RI Komjen Pol Budi Waseso

Kepala BNN RI Komjen Pol Budi Waseso

Foto: Republika/Iman Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat, Yohan Misero menyayangkan pernyataan Komjen Budi Waseso yang menurutnya sangat bangga dengan upaya tembak mati kepada para pengedar hingga bandar narkoba. Sedangkan dalam kacamatanya, tembak mati bukanlah solusi justru pemutus jaringan narkoba yang lebih besar lagi.

"LBH Masyarakat mengecam keras pernyataan Kepala BNN, Komjen Budi Waseso, 79 orang yang telah ditembak mati sesungguhnya tidak menolong upaya pengentasan kejahatan narkotika dalam tataran riil," kata Yohan kepada Republika.co.id, Kamis (28/12).

LBH Masyarakat memandang apabila BNN serius melakukan pemberantasan terhadap peredaran gelap narkotika, seharusnya menghimpun informasi lebih banyak untuk mengungkap betapa luas peredaran gelap narkotika dilakukan. Bukan justru sindirnya, menghilangkan nyawa para pelaku dan pemilik informasi peredaran narkoba itu.

LBH Masyarakat menilai, apa yang dilakukan oleh BNN justru kemunduran terang-terangan dalam upaya pemberantasan narkoba dari Indonesia. Aparat kata dia, hanya ingin terlihat gagah-gagahan saja dengan melakukan upaya tembak mati tersebut.

"Tembak mati itu akan memutus rantai informasi peredaran gelap narkotika, maka pertanyaannya adalah mengapa BNN justru ingin menutup informasi tersebut dari publik?" tanya Yohan.

Persoalan mendasar menurut Yohan, sesungguhnya adalah pemerintah harus mengubah tolok ukur dalam mengukur kesuksesan kebijakan narkotikanya. Misalnya dengan kembali mengkaji seberapa jauh intervensi kesehatan dilakukan kepada pemakai narkotika, masihkah pemakai narkotika selalu di hadapkan dengan penjara, peningkatan anggaran pada aspek pemberantasan berbanding lurus dengan pengurangan jumlah narkotika yang beredar di pasaran.

"Dan apakah membunuh orang melalui tembak mati dan eksekusi mati telah mengurangi peredaran gelap narkotika?" tanya Yohan.

Untuk diketahui, Budi Waseso mengungkapkan sebelumnya ada 79 orang yang telah ditembak mati dan 58.365 orang yang ditangkap. Menurut Buwas, puluhan ribu orang ini melawan saat penangkapan atau penggebrekan sehingga BNN punya justifikasi untuk melakukan upaya tembak mati. Baginya hal tersebut menunjukkan keseriusan BNN dalam upaya pemberantasan narkotika.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES