Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Petugas Transjakarta Yang Bersitegang dengan DP Lapor Polisi

Ahad 03 Dec 2017 04:55 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Israr Itah

Dewi Persik

Dewi Persik

Foto: Antara/Teresia May

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya menerima laporan dari salah seorang petugas Transjakarta (TJ) atas nama pelapor Harry Maulana Saputra. Ia melaporkan ancaman kekerasan, melawan petugas, dan fitnah, ketika menjaga portal di jalur busway Pejaten, Jakarta Selatan.

Dalam surat laporan bernomor LP/5891/XII/2017/PMJ/DITRESKRIMUM, namun terlapor masih dalam penyelidikan sehingga belum disebutkan siapa orangnya. "Masih dalam lidik (terlapor)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi Sabtu (2/12).

Dari TKP yang ada dalam surat laporan, itu merupakan lokasi kejadian dimana Dewi Persik (DP) dilaporkan memaki petugas Transjakarta dan petugas kepolisian, yang kemudian viral. Dalam laporan juga tertulis nopol mobil milik terlapor yakni B 12 DP, sama dengan mobil DP.

Kronologi dipaparkan, saat Harry sedang menjaga portal jalur busway di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Tiba-tiba sebuah mobil sedan Jaguar dengan nopol B 12 DP, hendak melewati jalur busway dan berhenti sebelum portal. Penumpang meminta Harry membukakan portal, tetapi pelapor tidak meresponsnya.

Penumpang memanggil lagi pelapor dengan nama binatang. Kemudian Harry mendekatinya dan menyarankan agar tidak lewat jalur busway. Namun, pengemudi tetap berkeinginan masuk jalur busway dan mengatakan sudah biasa lewat jalur tersebut.

Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya pengemudi keluar dari jalur busway, tetapi sebelum pergi, pengemudi mengeluarkan kalimat ancaman ke Harry. Pengemudi mengeluarkan kalimat ancaman ke Harry, bahwa nanti akan datang orang-orang suruhan dan yang biasa mengawalnya, akan menemui Harry.

Bagi Harry, kejadian ini merugikan dirinya. Atas laporannya itu, terlapor akan dijerat dengan pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, pasal 212 KUHP tentang Kekerasan atau Ancaman, dan pasal 315 KUHP tentang Penghinaan. Terlapor belum disebutkan ditujukan untuk siapa.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA