Monday, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Monday, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

'Orang Simpan Uang di Negara Suaka Pajak Tentu Ada Motifnya'

Sabtu 11 November 2017 15:20 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andi Nur Aminah

Anggota DPR RI Hendrawan Supratikno

Anggota DPR RI Hendrawan Supratikno

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan, tindakan yang dilakukan sejumlah politikus ataupun pengusaha yang menyimpan sebagian hartanya di negara-negara suaka pajak kemungkinan besar memiliki motif serta agenda penting. Agenda penting ini memungkinkan tokoh tersebut menyimpan uangnya di negara-negara suaka pajak sehingga tidak mudah dicari jejaknya.

"Saya tak bisa terlalu jauh, tapi siapa pun yang menyimpan dananya begitu besar sampai ke luar negeri, pasti punya agenda penting dalam hidupnya. Agenda ini apa, kita harap Sri Mulyani dan jajarannya dapat menelusuri dengan baik," kata Hendrawan di Jakarta, Sabtu (11/11).

Hendrawan menilai tiap negara dan tiap nama yang ada dalam dokumen tersebut memiliki motif atau agenda yang berbeda. Terdapatnya nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menurut Hendrawan bisa saja didasari biaya politik yang tinggi di Indonesia sehingga ia harus menyimpan uang dalam jumlah besar tanpa harus kena pajak.

"Kalau misal Pak Prabowo, tujuannya bisa saja karena dia tahu di Indonesia biaya politik tinggi. Eksisnya partai politik itu begitu besar. Ya itu sah-sah saja kan," ucap Hendrawan.

Menurut Hendrawan, kemungkinan motif tersebut juga bukan hanya dilakukan Prabowo. Sebab  masih banyak nama-nama tokoh Indonesia baik itu pengusaha ataupun politisi yang ada di dalam dokumen 'Paradise Papers'. "File kan sekian juta filenya, yang muncul pasti banyak, mungkin nanti muncul nama-nama lain, sehingga dimunculkan (sekarang) yang seksi-seksi dulu," tuturnya.

Sebagai informasi, Paradise Paper berisi 13,4 juta dokumen tentang, pengusaha yang berinvestasi di luar negeri secara diam-diam. Tujuannya untuk menghindari kewajiban perpajakan.

Terbongkarnya Paradise Paper ini berawal dari surat kabar Jerman. Kini tengah dikembangkan oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif. Masih ada kemungkinan nama-nama lain muncul karena laporan tersebut baru sebagian yang didalami. Sejumlah nama seperti Prabowo Subianto, Tommy Soeharto dan Mamiek Soeharto pun muncul dalam dokumen tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Aksi Peringatan Hari Tani

Senin , 24 September 2018, 20:46 WIB