Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Jokowi: Jangan Gaduh dalam Proses Hukum

Jumat 10 November 2017 15:13 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: EPA/Mick Tsikas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta agar tidak ada kegaduhan kalau ada proses hukum yang sedang diproses oleh penegak hukum. Jokowi juga meminta jangan sampai ada tindakan-tindakan yang tidak berdasar bukti dan fakta.

"Saya sudah minta dihentikan kalau hal-hal seperti itu, dihentikan," kata Presiden sebelum bertolak ke Vietnam di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11).

Hal diungkapkan Presiden menanggapi adanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP yang diterbitkan oleh Bareskrim Polri atas laporan Sandi Kurniawan terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Presiden juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini hubungan kedua penegak hukum tersebut baik-baik saja.

"Hubungan antara KPK dan Polri baik-baik saja," kata Kepala Negara saat menjawab pertanyaan wartawan terkait langkah hukum Polri terhadap dua pimpinan KPK tersebut.

Dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, dilaporkan karena diduga membuat surat palsu dan menyalahgunakan wewenang dalam penyidikan kasus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto. Keduanya dilaporkan berdasarkan laporan polisi Nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB