Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Kasus Dana Pensiun Pertamina, Kejakgung Cegah Direktur Ortus

Sabtu 04 November 2017 01:02 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

HM Prasetyo - Jaksa Agung

HM Prasetyo - Jaksa Agung

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Agung (Kejakgung) melakukan pencegahan terhadap Direktur Ortus Holding, Edward Seky Soeryadjaya. Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, pencegahan itu telah dilakukan sejak 10 Oktober 2017 silam dan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan. "Nanti kelanjutan begitu sudah dicekal bahkan. Jadi yang bersangkutan tak bisa meninggalkan Indonesia," ujar Prasetyo di Kejakgung, Jakarta, Jumat (3/11).

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Sementara pelaku lainnya, sudah diproses hukum bahkan sudah disidangkan. "Yang namanya si Muhammad Lubis itu ya sudah diproses hukum bahkan disidangkan perkaranya," kata Prasetyo.

Edward sendiri saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasan penetapan tersangka terhadap Edward karena yang bersangkutan ikut serta dalam menikmati keuntungan yang diperoleh dari pembelian saham SUGI. Proses investasi Edward terkait dana investasi tersebut juga bermasalah dalam proses yang dilakukan Lubis ke perusahaan Edward.

"Sudah jelas sahamnya tidak bagus, dijual seolah sahamnya bagus, dan setelah itu ternyata raib dan itu dana pensiun punya anggota dana pensiun Pertamina jumlahnya cukup signifikan Rp 500 miliar lebih," jelas dia.

Perusahaan yang dipimpin oleh Edward merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk yang tersangkut dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina dengan tersangka Muhammad Lubid. Edward dikenakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES