Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Kasus Allianz Life, OJK Diminta Segera Bertindak

Kamis 28 September 2017 14:56 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Nidia Zuraya

Asuransi Allianz Life (ilustrasi)

Asuransi Allianz Life (ilustrasi)

Foto: asuransiallianz.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus PT Asuransi Allianz Life  Indonesia hanya segelintir dari persoalan yang kerap dihadapi di sektor keuangan. Moral hazard, bahkan potensi fraud, cukup besar di industri keuangan.

Maka dari itu, Ekonom Universitas Indonesia Rizal E Halim menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dapat menginventarisir persoalan atau gejala-gejala yang memiliki probabilita risiko yang besar. ''Analisa atas dinamika risiko dan kompleksitas sektor keuangan perlu dipotret dengan seksama,'' kata Rizal, dalam siaran persnya, Kamis (28/9).

Menurut dia, ini dimaksudkan untuk menelaah dengan cermat potensi risiko dan sejumlah peluang terjadinya moral hazard dan fraud. Di sisi lain, penelaahan risiko dinamik, kompleks dan struktural membantu otoritas dalam menata sektor keuangan yang prudent dan akuntabel.

''Banyak persolan yang harus dibenahi di sektor keuangan tidak hanya asuransi,'' jelasnya.

Oleh karena itu, Allianz bisa dijadikan momentum memperbaiki struktur dan akuntabilitas sektor keuangan, seperti sub sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, pasar uang, pasar berjangka, keuangan mikro, dan sebagainya. Perlu dicatat, risiko ekonomi dari tinjauan historis didominasi rapuhnya sektor keuangan.

''Kita punya pengalaman 1998, 2008, dan 2011-2012. Ini harus direspons serius oleh otoritas dan Pemerintah,'' ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES