Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Kasus Novel Berlarut-larut, Pengamat: Ini Memang Aneh

Rabu 23 Agustus 2017 11:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Bambang Widodo Umar (kiri) bersama Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan)

Bambang Widodo Umar (kiri) bersama Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar merasa aneh melihat penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang terkesan berlarut-larut. Apalagi jika dibandingkan dengan pengungkapan kasus penganiayaan terhadap ahli IT Hermansyah, di mana polisi sangat sigap menangkap pelaku.

"Memang aneh kasus Novel yang berlarut-larut pengungkapannya. Jika dibandingkan dengan kasus Hermansyah ahli IT yang cepat sekali terbongkar, meskipun banyak pihak meragukan pelakunya," kata Bambang saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (23/8).

Menurut Bambang, yang lebih aneh lagi adalah ketika Polri terlihat takut didampingi oleh tim gabungan pencari fakta (TGPF) dalam pengungkapan kasus Novel. Padahal, semestinya polisi berterima kasih saat ada masyarakat yang ingin berpartisipasi demi meringankan bebannya.

"Lebih aneh lagi Polri seperti takut didampingi TGPF. Padahal, dalam penegakan hukum, prosesnya harus fair, tidak boleh ditutup-tutupi ataupun disembunyikan. Malah seharusnya berterima kasih jika ada masyarakat yang berpartisipasi," ucap Bambang.

Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang dengan air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April lalu sepulang dari shalat Subuh di masjid dekat rumahnya. Namun, hingga saat ini kasus tersebut tak kunjung menemukan titik terang. Meskipun polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap Novel di Singapura.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Belgia Menang Atas Panama 3-0

Selasa , 19 Juni 2018, 00:22 WIB