Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

10 Bencana Alam Landa Indonesia dalam Sepekan

Ahad 12 Feb 2017 12:15 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nur Aini

Banjir melanda permukiman sepanjang alur Sungai Brang Biji seperti Kelurahan Brang Bara, Samapuin, Brangbiji, Sumbawa, Kamis (9/2).

Banjir melanda permukiman sepanjang alur Sungai Brang Biji seperti Kelurahan Brang Bara, Samapuin, Brangbiji, Sumbawa, Kamis (9/2).

Foto: dok.Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memerinci setidaknya ada 10 bencana alam yang terjadi dalam sepekan lalu.

"Kejadian 10 bencana alam di wilayah Indonesia sejak 7 Februari 2017 lalu," kata Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (12/2).

Berdasarkan data pembaharuan BNPB untuk 11-12 Februari yang diperoleh dari sejumlah Pusdalops di Indonesia, yakni pada 11 Februari 2017 pukul 01.00 WITA terjadi banjir bandang akibat luapan Sungai Tukat Gelung di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, BPBD Kabupaten Buleleng mencatat, dua unit rumah hanyut, empat unit rumah rusak berat, satu unit mobil rusak berat, dan dua unit rumah rusak berat. Banjir ini memutus jembatan tegal gosek dan akses jalan menuju Kecamatan Sawan.

Kedua, banjir terjadi di Kabupaten Serang, Kecamatan Tirtayasa, Desa Tengkurak, Kampung Tengkurak, Kecamatan Kibin, Kp Pulo, Kp Kramat, Kp Sindang, Kp Ciajeung pada 10 Februari 2017 pukul 08.59 WIB. Sebanyak 380 jiwa atau 137 kepala keluarga terdampak banjir. Selain itu sebanyak 105 unit rumah terdampak banjir. Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan debit air bendungan Pamarayan berada pada level 749 m kubik.

Ketiga, banjir dan longsor yang terjadi Provinsi Banten pada 9 Februari 2017 pukul 05.00 WIB. Banjir terjadi di Kabupaten Lebak, Kecamatan Banjar Sari, Kecamatan Gunungkencana, Kecamatan Cijaku, Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Bayah, Kecamatan Cigemblong, Kecamatan Lebakgedong, Kecamatan Cirinten, Kecamatan Cihara, Kecamatan Malingping, Kecamatan Kalanganyar, Kecamatan Cimarga, Kecamatan Sobang, Kecamatan Sobang, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Bojongmanik, Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Cileles, Kecamatan Cilograng, dan Kecamatan Muncang. Sedikitnya 2.312 kepala keluarga dan 2.313 unit rumah terdampak banjir. Berdasarkan pembaharuan pada 1 Februari, tidak ada pengungsian dan banjir berangsur surut. Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat Banjir sudah turun dari 10–25 Februari 2017. Status banjir saat ini siaga II. SK Tanggap Darurat longsor mulai 18 Januari–1 Februari 2017 dan diperpanjang sampai 15 Februari 2017.

Keempat, tanah longsor d Provinsi Bali yang terjadi pada 9 Februari 2017 pukul 23.00 WITA. Bencana berlokasi di Kabupaten Bangli, Kecamatan Kintamani, Desa Songan, Desa Awan, Desa Sukawana, Desa

Subaya, Desa Tabu. Longsor yang terjadi akibat tngginya intensitas hujan menyebabkan 13 orang mininggal dunia, empat orang luka berat dan empat orang luka ringan. Sebanyak 19 kepala keluarga atau 95 jiwa terdampak di Desa Tabu.

Kelima, banjir di Kecamatan Juwana, Kecamatan Jakenan, Kecamatan Gabus, Kecamatan Pati, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada 9 Februari 2017. Sebanyak 202 jiwa mengungsi. Selain itu, sebanyak 1.644 kepala keluarga terdampak banjir, 1.009 rumah terendam dengan tinggi muka air sekira 120 cm, dan merendam 994 ha lahan sawah.

Keenam, banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terjadi pada 9 Februari 2017. Sebanyak 22 kepala keluarga atau 44 jiwa mengungsi di Balai Desa Jati Wetan dan rumah kerabat. Sekitar 299 rumah tergenang dengan ketinggian muka ait 60-100 cm. Berdasarkan data pembaharuan pada 1 Februari, BPBD Kab Kudus telah melakukan dropping logistik dibantu TNI, POLRI dan PMI menyiapkan bahan logistik untuk dapur umum.

Ketujuh, banjir di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada 9 Februari 2017 pukul 08.00 WIB. Banjir berdampak pada 910 KK di Kecamatan Munjul, 2.984 KK di Kecamatan Panimbang, 2.355 KK di Kecamatan Sobang, 200 KK di Kecamatan Angsana, 324 KK di Kecamatan Sukaresmi dan 260 KK di kecamatan Patia. Banjir menyebabkan 1.230 ha sawah terendam di Kecamatan Panimbang, 50 ha sawah di Kecamatan Sobang, 200 ha sawah di Kecamatan Angsana, dan 145 ha sawah di Kecamatan Sukaresmi.

BPBD Provinsi Banten telah menyalurkan 100 paket sembako, 50 dus air mineral, dan 50 dus mie instan. Sedangkan, BPBD Provinsi Banten dan BPBD Pandeglang telah mengevakuasi korban dengan perahu karet, mendirikan tenda pengungsi dan dapur umum serta telah menyalurkan logistik kepada korban

terdampak.

Kedelapan, longsor di Kecamatan Teja Kula, Kabupaten Buleleng, Bali pada 11 Februari 2017 pukul 02.00 WITA. Longsor yang terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang dan kondisi tanah labil menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kesembilan, longsor di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah pada 11 Februari 2017 pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun longsor menyebabkan satu rumah rusak berat dan satu rusak ringan. Ke-10, banjir di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 7 Februari 2017 pukul 19.00 WITA. Banjir menyebabkan 115 KK atau 368 jiwa terdampak dan 503 orang mengungsi.

Kerugian material terdiri dari 11 unit rumah terendam banjir, akses jalan terputus, dan jempatan Sambelia putus. Selain itu, tanggul sungai Kokok Pedek jebol dan akses jalan Dusun Batusela terputus. Kendala yang dihadapi petugas di lapangan, yakni, potensi hujan yang tidak menentu, area terdampak terpencar, sinyal komunikasi tidak ada, dan luapan air yang selalu melalui akses jalan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA