Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Kriminalisasi Ulama Berdampak Buruk Terhadap Pembangunan

Senin 06 Feb 2017 08:14 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi

Wakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, menekankan perlakuan tak adil kepada ulama tidak akan memberi manfaat. Bahkan, ia mengingatkan, kriminalisasi malah bisa menghambat laju pembangunan. "Kalau begini, bangsa ini tidak akan kondusif untuk pembangunan," kata Hamid kepada Republika.co.id, Ahad (5/2).

Pasalnya, nanti umat akan senantiasa mengajukan banyak tuntutan kepada pemerintah, tentu saja sebagai semacam balasan atas ketidakadilan yang banyak dirasakan. Ia menuturkan, ketidakadilan itu bisa muncul misalnya dari sulitnya proses atas apa yang dilaporkan.

Sedangkan, kata dia, mereka para penegak hukum yang merupakan tangan kanan dari pemerintah atau umara, begitu cepat memproses suatu kasus yang menimpa ulama. Ia berpendapat, tindakan itu terbilang sangat tidak baik, karena akan berbahaya untuk masa depan.

Ia mengingatkan, lembaga penegak hukum seperti Polri merupakan tangan pemerintah, dan pemerintah seharusnya bisa bersikap secara resmi. Hamid mengaku heran, kasus-kasus seperti narkoba dan BLBI bisa begitu saja diampuni, dibiarkan berlarut dan diputar-putar. 

"Sementara, ulama begitu ada kesalahan langsung diproses atau dikriminalkan," ujar pria yang akrab disapa Gus Hamid. 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA