Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Ketua DPR Minta TNI-Polri Siaga Penuh Kawal Demo 4 November

Kamis 03 Nov 2016 05:48 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bilal Ramadhan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meninjau pasukan TNI dan Polri saat apel kesiapsiagaan pengamanan tahap kampanye dalam rangka Pilkada Serentak di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (2/11).(Republika/Prayogi)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meninjau pasukan TNI dan Polri saat apel kesiapsiagaan pengamanan tahap kampanye dalam rangka Pilkada Serentak di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (2/11).(Republika/Prayogi)

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Ade Komarudin, meminta aparat untuk bersiaga menghadapi demo besar-besaran oleh umat Islam, yang menuntut kasus dugaan penistaan agama oleh pejawat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dilakukan secara transparan dan cepat. Ribuan umat Islam dari berbagai ormas akan berkumpul di Jakarta dalam demonstrasi tersebut.

''Kepada aparat polisi, kita harus siaga penuh hadapi demonstrasi tanggal 4 November, dalam rangka antisiapsi jangan terjadi apapaun. Kepada TNI juga sama. Dua-duanya harus siaga penuh,'' kata Ade, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).

Tetapi, lanjut dia, aparat juga harus memahami negara ini menganut sistem demokrasi. Sehingga, demonstrasi adalah hak semua warga dan diperbolehkan dalam sebagai sarana penyampaian aspirasi yang tidak boleh dihambat siapapun.

''Karena itu, saya selaku ketua DPR meminta benar aparat agar waspada, siaga dibarengi tindakan persuasif jangan sampai terjadi hal apapun. Tidak boleh terpancing oleh prilaku yang destruktif dari demonstran,'' ujar dia.

Menurutnya, kalau terjadi hal yang membuat publik terbelanga, justru akan merugikan persatuan dan kesatuan. Ia juga meminta demonstran agar hak mereka dijaga dengan baik. ''Kita tidak ingin perilaku demonstran bukan menyalurkan pendapat, tapi membuat kata-kata pernyataan yang bertentangan dengan Pancasila kita,'' ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA