Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Yusril: Demo Kasus Penodaan Agama Bisa Mengarah Seperti 1998

Rabu 26 Oct 2016 06:10 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra

Foto: Antara/Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra mendesak Presiden Joko 'Jokowi' Widodo segera merespons terkait kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama terkait surah Al Maidah ayat 51. Menurutnya kasus ini sangat serius dan perlu disikapi dengan hati-hati.

"Sebagai salah seorang yang berada di pusat pusaran krisis 1998, saya memahami situasi yang kita hadapi sekarang ini serius sehingga perlu ditangani dan disikapi dengan ekstra hati-hati namun tetap tenang dan kepala dingin," kata Yusril dalam akun Facebook pribadinya, Selasa (25/10).

Situasi akhir-akhir ini, tambahnya kalau tidak dikelola dengan baik bisa mengarah kemana-mana dan tidak terkontrol. Demo yang lebih besar pada 4 November mendatang terkait isu penodaan agama, jika tidak direspons dengan tepat ujungnya bisa bermuara ke Presiden.

"Pemerintah harus punya respons yang tepat atas isu sensitif ini. Salah ambil kebijakan bisa fatal. Ini imbauan saya kepada Pemerintah dan siapa saja yang mencintai bangsa ini dan bertekad untuk menjaga serta mempertahankan keutuhannya," ujar Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA