Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Ulama Madura Datangi DPR Dukung Pengusutan Kasus Al Maidah

Rabu 26 Oct 2016 00:05 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan

 Peserta aksi membentangkan poster di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Aksi demonstrasi umat Islam terkait pernyataan kontoversi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengutip salah satu ayat Alquran, Jumat (21/10).

Peserta aksi membentangkan poster di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Aksi demonstrasi umat Islam terkait pernyataan kontoversi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengutip salah satu ayat Alquran, Jumat (21/10).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah ulama asal Madura mengambangi parlemen, salah satunya kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR. Dalam kunjungannya mereka menyampaikan dukungannya atas pengusutan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mereka mengaku tidak hanya mendatangi fraksi PPP saja di parlemen, tapi juga ke pihak-pihak pengambil kebijakan. “Kami memohon kepada aparat mengambil kebijakan, agar kondisi negara NKRI dijaga juga, jangan sampai terkoyak masalah politik," kata perwakilan ulama asal Madura, KH. Fadholi Muh Ruham.

Menurutnya pengusutan ini penting karena kondisi kondusif negara telah diperjuangkan oleh para syuhada di masa lampau. Dia juga mencontohkan Nabi Muhammad yang berhasil menjaga kondusifitas saat memimpin kota Madinah dahulu.

Padahal ketika itu tidak hanya umat muslim saja yang hidup di Madinah, tapi juga non muslim dan mampu hidup berdampingan dengan baik. Karena yang ditempatkan di atas itu adalah persaudaraan di atas iman, bukan soal harta.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani yang menerima kedatangan mereka, mengatakan bahwa aspirasi dari para ulama yang mewakili masyarakat ini juga menentukan pengusungan pencalonan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kalau kami tidak berangkat dari aspirasi, dari suara, dari fatwa, dari penguatan yang diberikan para alim ulama, barangkali, barangkali kami juga ikut-ikutan mengusung pasangan petahana," kata Arsul.

Arsul mengaku sebelumnya sejumlah ulama juga meminta agar PPP tidak ikut mendukung petahana. Bahkan PPP katanya hanua diminta mencari lawan yang sepadan untuk Ahok. Meski demikian, PPP menganggap permintaan ulama itu sebagai perintah yang harus dijalani oleh partai berlambang Kabah tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA