Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Prostitusi Gay Bogor Bukti LGBT Harus Dipidana

Kamis 01 Sep 2016 11:35 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

 Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR Komisi VIII dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah berpendapat, terungkapnya kasus perdagangan anak-anak yang khusus disediakan untuk para kaum gay di Bogor menjadi bukti nyata Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) berbahaya bagi anak-anak. Maka dari itu, harus ada hukum yang jelas bagi mereka yang melakukan hubungan sesama jenis.

"Perilaku prostitusi sesama jenis harus diperjelas hukumannya dan dicantumkan dalam revisi RUU KUHP," kata Ledia saat dihubungi Republika.co.id Kamis (1/9).

Ledia juga berharap agar anak-anak yang menjadi korban segera direhabilitasi. Rehabilitasi tersebut diharapkan bisa menyembuhkan mereka agar tidak mengulangi perbuatan tersebut karena faktor adiksinya, sehingga tidak ada korban berikutnya. "Korban anak harus segera direhabilitasi," ucap Ledia.

Seperti diketahui, Subdit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri menangkap AR di sebuah hotel di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/8). Selain AR, polisi juga mengamankan tujuh orang anak-anak yang diperjual-belikan oleh AR. AR dalam hal ini menjadi germo prostitusi anak-anak yang khusus disediakan untuk para kaum gay.

Pengungkapan bisnis AR berdasarkan penelusuran tim cyber patrol di dunia maya. Mereka menemuka akun Facebook milik AR yang menampilkan foto-foto korban dengan tarif yang telah ditentukan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA