Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Buku Harian Ungkap Menghilangnya Istri dan Anak Warga Garut

Selasa 12 Jan 2016 22:16 WIB

Red: Ilham

Berkas Janji Pengurus Gafatar (ilustrasi)

Berkas Janji Pengurus Gafatar (ilustrasi)

Foto: Debbie Sutrisno/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Seorang suami melapor ke Markas Polda Jawa Barat bahwa istri bersama dua anaknya menghilang dari rumah di Garut sejak 29 Desember 2015. Dia menduga keluarganya bergabung ke Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

"Saya baru lapor ke Polda Jabar dari jam 08.00 sampai jam 16.30 baru selesai diperiksa," kata Heriadi Atmajaya, suami juga ayah dari orang yang hilang saat, Selasa (12/1). (Ini Isi Surat PNS yang Diduga Gabung Gafatar).

Warga Kampung Talun, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota menuturkan, istrinya bernama Winarti (42) dan kedua anaknya Sri Putri Rahma (17) dan Andi Permana (10). Heriadi mengungkapkan, anggota keluarganya itu diduga mengikuti Gafatar sebab dalam rumah ditemukannya sejumlah buku tentang Gafatar.

"Saat ditelepon, teleponnya juga mati, waktu pergi juga tidak ada kabar," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo Hartono membenarkan ada laporan dari Heriadi Atmajaya terkait tiga anggota keluarganya yang keluar rumah kemudian tidak kembali. "Yang bersangkutan melapor bahwa istri dan anaknya menghilang pada tanggal 29 Desember 2015 dari rumah," katanya.

Berdasarkan pengakuan pelapor, kata Pudjo, ketika Heriadi di kamar mandi rumahnya di Garut, istrinya pamit ke dokter dengan kedua anaknya. Sejak itu ketiganya tidak kembali ke rumah.

Selanjutnya, pelapor memeriksa buku harian istrinya dan diketahui mengikuti Gafatar yang diduga sebagai penyebab hilangnya ketiganya. "Istrinya mengikuti baiat Gafatar yang menurut laporan yang bersangkutan diduga sebagai penyebab larinya anak dan istrinya," kata Pudjo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA