Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

ICMI: Agama tak Bisa Dilepaskan dalam Pernikahan

Sabtu 20 Jun 2015 18:50 WIB

Rep: C23/ Red: Didi Purwadi

Welya Safitri

Welya Safitri

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Gerakan Perempuan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Welya Safitri, mengaku setuju pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materi pernikahan beda agama. Menurutnya, agama memang harus lekat dalam pernikahan dan tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Ia menyarankan agar masyarakat tidak hanya melihat aspek sosiologis, seperti cinta, dalam pernikahan. Tapi juga aspek agama.

"Karena dalam Islam, yang menikahkan kita adalah KUA (Kantor Urusan Agama) dan dalam umat Kristen, yang menikahkan pendeta. Kalau beda agama, bagaimana menikahkannya?," tutur Welya pada Republika Online.

Dalam pernikahan, lanjutnya, kita juga selalu melibatkan pemuka-pemuka agama. Karena itu, ia menegaskan agama tidak bisa dilepaskan begitu saja dalam proses pernikahan.

Sebelumnya, MK akhirnya menolak seluruh permohonan uji materi terhadap pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, khususnya mengenai perkawinan beda agama. Hakim Konstitusi Arief Hidayat menegaskan UU tersebut tidak melanggar konstitusi.

''Mengadili, menyatakan, dan menolak permohonan pemohon secara seluruhnya," kata Hakim Konstitusi Arief saat pembacaan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (18/6).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB