Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

KPK Niatkan Perbanyak Penyidik dan Penuntut

Jumat 20 Feb 2015 16:38 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Angga Indrawan

 Jaksa Agung M. Prasetyo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Ketua sementara KPK, Taufiequrachman Ruki (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/2). (Antara/Widodo S. Jusuf)

Jaksa Agung M. Prasetyo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Ketua sementara KPK, Taufiequrachman Ruki (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/2). (Antara/Widodo S. Jusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo resmi melantik tiga pelaksana tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Taufiqurrahman Ruki ditunjuk sebagai ketua menggantikan Abraham Samad yang nonaktif karena menjalani proses hukum di kepolisian.

Ruki mengatakan, di bawah kepemimpinannya yang tak lebih dari sepuluh bulan ke depan, dirinya bersama empat komisioner lain akan memperbaiki hubungan dengan kepolisian untuk sama-sama memberantas korupsi. Polemik yang terjadi di kedua lembaga penegak hukum tersebut harus segera diakhiri.

"Kita harus lebih kompak sebab kita harus segera bangkit dari suasana ini, dan melangkah ke depan. Tidak bisa terlalu meratapi yang lalu-lalu. Kita harus mulai melangkah," katanya dalam keterangan resminya di gedung KPK, Jumat (20/2).

Ruki dan komisioner yang lain pun berencana untuk menemui pucuk pimpinan lembaga penegak hukum. Secara maraton, mereka akan menemui Plt Kapolri Komjen Badrodin Haiti, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Salah satu yang dibahas adalah penguatan lembaga KPK dengan penambahan penyidik dan penuntut.

"Karena tunggakan kasus di KPK ini banyak sekali, itu karena kurangnya tenaga ahli penyidik dan penuntut umum. Dan itu akan kita bicarakan dengan Kapolri dan Jaksa Agung," ujarnya.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA