Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Cegah Gerakan ISIS, Kepolisian Mengawasi Ketat Kampus

Kamis 14 Aug 2014 10:42 WIB

Rep: C61/ Red: Julkifli Marbun

Milisi ISIS di Irak.

Milisi ISIS di Irak.

Foto: www.lobelog.com

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA –- Menyeruaknya isu mengenai kehadiran Islam State Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia, membuat panik masyarakat. Lantaran ISIS diduga menyebarkan pahamya kepelosok nusantara, terutama dari kalangan mahasiswa.

Anggapan itu muncul setelah alumni salah satu perguruan tinggi di Tasikmalaya mengibarkan bendera hitam berlogo ISI itu di depan rumahnya. Sehingga Kapolres Tasikmalaya AKBP Noffan Widjonarko menyatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan di kampus di wilayah hukumnya.

“Untuk mencegah masuknya faham ISIS selain kampus, seluruh sekolah dan lembaga pendidikan juga akan kita awasi secara ketat,” tegas Noffan saat ditemui di Makopolres Kota Tasikmalaya, Kamis (14/8).

Maka pihaknya pun berkoordinasi dengan pengurus perguruan tinggi yang ada di Kota Tasikmalaya. Noffan berharap dengan langkah itu tidak ada celah faham ISIS masuk ke kampus-kampus.

Untuk itu Polres Tasikmalaya Kota meminta mahasiswa segera melapor kepada kepolisian, jika menemukan acara yang disinyalir menyebarkan faham ISIS. Tidak terkecuali dengan kegiatan pengajian yang membawa-bawa faham ISIS.

Selain upaya pencegahan secara langsung, kepolisian pun telah menggelar deklarasi penolakan faham ISIS bersama pimpinan daerah, aparatur pemerintahan, ulama dan beberapa ormas Islam.  Seluruh langkah itu guna menekan perkembangan bahaya ISIS di wilayah Tasikmalaya.

Sementara  Ida Rosyida (19 tahun) mahasiswi Universitas Siliwangi
(Unsil) Tasikmalaya mengaku, selama ini dirinya tidak menemukan faham ISIS di lingkungannya. Bahkan gadis asal Cibeureum tersebut, tidak mengetahui sama sekali bentuk faham ISIS yang ditakuti oleh pemerintah.

Seharusnya menurut Ida pihak pemerintah serta kepolisian jangan hanya melarang gerakan ISIS tanpa penjelasa. Misalkan, perwakilan dari pemerintah atau kepolisian mengadakan seminar mengenai ISIS. Sehingga mahasiswa menjadi tahu kenapa ISIS dilarang di Indonesia. “Boleh-boleh saja pihak kepolisian mengawasi ketat aktivitas kampus, tapi mereka juga harus memberi pencerahan terkait ISIS,” tutur Kapolres Tasikmalaya Kota.

Sementara itu terkaitnya mahasiswa yang kedapatan menyimpan bendara ISIS. Bupati Kabupaten Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum meminta kepolisian harus lebih memperketat pengawasan soal dugaan penyebaran ISIS di Tasikmalaya. “Setelah tertangkapnya mahasiswa membawa bendera ISIS, kami akan terus berkoordinasi dengan kepolisian,” kata Uu.

Pengawasan ketat di kampus atau sekolah-sekolah, dimaksudkan supaya pergerakan faham ISIS tidak masuk kedalam dunia pendidikan. Selain itu bupati juga mengimbau kepada seluruh warga dan pengurus pesantren selalu berhati-hati terkait faham ISIS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA