Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Kapolres: Masih Ada 55 Anak Korban Emon Belum Melapor

Jumat 23 May 2014 15:07 WIB

Red: Nidia Zuraya

pedofilia - ilustrasi

pedofilia - ilustrasi

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Hari Santoso menduga masih ada 55 korban kekerasan seksual AS alias Emon yang belum melapor.

"Dari hasil pencocokan dengan nama anak yang ditulis Emon di buku hariannya dengan nama anak yang melapor ditambah keterangan dari tersangka ada 65 nama yang cocok, sehingga sisanya masih ada 55 anak yang diduga belum melapor kepada kami," kata Hari, Jumat (23/5).

Menurutnya, ada 120 nama anak yang tercantum dalam buku harian Emon tersebut, namun yang melapor sampai saat ini sudah mencapai 108 orang. Tapi dari 108 nama anak yang melapor tersebut hanya 65 nama anak yang cocok dengan apa yang ditulis Emon di buku hariannya itu, maka dari itu pihaknya mengimbau kepada orang tua yang menduga anaknya menjadi korban Emon untuk segera melapor.

Lebih lanjut, untuk mencari nama anak yang belum melapor tersebut pihaknya kesulitan karena hanya terdapat namanya saja tetapi tidak ada alamatnya, selain itu dari keterangan tersangka pun Emon tidak mengetahui alamat lengkapnya dan sudah ada yang lupa. Maka dari itu, pihaknya memutuskan tidak mengembangkan kasus ini, namun demikian jika ada warga yang melapor pihaknya akan tetap memprosesnya dan berharap seluruh korban tersangka pedofilia ini bisa melapor.

"Untuk saat ini berkas kasus penyidikan Emon tahap I sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Sukabumi dan informasinya jaksa sudah mulai mempelajari berkas penyidikan kami dan diharapkan kasus ini bisa segera disidangkan," tambahnya.

Hari mengatakan pihaknya juga menjerat tersangka dengan pasal berlapis yakni Pasal 82 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Perbuatan yang diulang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. Bahkan, pihaknya juga setuju Emon dihukum lebih berat, jika hakim memberikan hukuman lebih berat dari ancaman hukuman yang dijeratkan kepada Emon.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES