Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Kapolri: Calon Kabareskrim Baru Masih Digodok

Selasa 05 Nov 2013 15:05 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Nidia Zuraya

Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman

Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kursi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) tampaknya akan segera terisi. Setelah satu minggu kosong, Pimpinan Polri mengaku tengah menyeleksi sejumlah nama untuk duduk sebagai Kabareskrim. Nama-nama jenderal tersebut sedang menjalani proses assesmen untuk diketahui kelayakannya menjabat Tri Brata Tiga (TB3) alias perwira tertinggi ketiga di bawah Kapolri dan Wakapolri.

Kapolri Komisrais Jenderal Polisi Sutarman berujar sedang mempertimbangkan sejumlah nama perwira tinggi untuk menggantikan pos yang dia tinggalkan akhir Oktober lalu ini. Bagi Sutarman, integritas yang tinggi serta potensi kemampuan dari para kandidat mengendalikan Bareskrim menjadi patokan utama penilaian.

Namun, meksi proses penggodokan ini sudah berjalan beberapa hari, Sutarman enggan membeberkan siapa saja calon yang ia pertimbangkan. "Nama kandidatnya banyak, tapi belum bisa disebutkan. Yang jelas kami lakukan assesment, yang sesuai, yang punya kompetensi, integritas yang baik. Ini kita proses dulu,” ujar dia usai menyematkan baret kepada anggota Polri pasukan pengamanan Sudan, Selasa (5/11).

Sutarman minta segenap pihak sabar atas proses penggodokan yang tengah ia terapkan. Sutarman paham, penunjukan Kabareskrim merupakan wewenang penuh Kapolri atas diskusi dengan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).

Namun semua proses itu tentu perlu dilakukan dengan cermat  dan seksama agar pada akhirnya muncul nama yang paling tepat untuk mengisi jabatan Kabareskrim. “Kami ada mekanisme, jadi mohon ditunggu,” kata Jenderal yang telah berpangkat bintang empat tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA