Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Mahfud MD: Hamdan Zoelva Cermat dan Tekun

Sabtu 02 Nov 2013 17:15 WIB

Red: Taufik Rachman

 Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva menunjukan surat suara saat proses pemilihan ketua dan wakil ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dengan sistem voting di Jakarta, Jumat (1/11).     (Republika/Prayogi)

Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva menunjukan surat suara saat proses pemilihan ketua dan wakil ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dengan sistem voting di Jakarta, Jumat (1/11). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi menilai sosok Ketua MK yang baru terpilih, Hamdan Zoelva, sebagai pribadi yang cermat, tekun dan penuh kehati-hatian.

"Soal kapasitasnya terus terang saya lihat Hamdan ini termasuk yang cermat, tekun, hati-hati juga potensial. Tetapi tentu plus minus setiap orang itu ada. Nanti dilihat saja perkembangannya," kata Mahfud yang ditemui usai jumpa pers di Kantor MMD Initiative di Jakarta, Sabtu.

Biar bagaimanapun opini publik soal Hamdan Zoelva, Mahfud mengatakan bahwa status hakim konstitusi itu kini telah sah mempimpin MK.

"Secara yuridis konstitusional dia sudah terpilih secara sah dan kita tidak bisa mundur dari keadaan itu. MK sekarang sudah punya ketuanya sendiri," katanya,

Terkait kredibilitas Hamdan sebagai tokoh partai politik, Mahfud juga mengaku tidak khawatir. Menurutnya, latar belakang partai politik tidak mempengaruhi kredibilitas seseorang apakah dia berasal dari partai atau bukan.

"Bukan soal dia datang dari partai politik mana, tetapi moralitasnya," tegasnya.

Sebelumnya, Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2016, menggantikan Akil Mochtar yang ditangkap KPK karena dugaan menerima suap perkara sengketa pilkada.

Terpilihnya Hamdan Zoelva setelah melalui mekanisme pemungutan suara dalam sidang terbuka di Ruang Rapat Pleno Gedung MK, Jakarta, Jumat, oleh delapan orang hakim konstitusi yakni Ahmad Fadlil Sumadi, Anwar Usman, Arief Hidayat, Harjono, Maria Farida Indrati, Muhammad Alim, Patrialis Akbar dan Hamdan Zoelva.

Sidang tersebut dipandu oleh Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva, dihadiri Sekretaris Jenderal MK, Panitera, serta disaksikan oleh pegawai MK dan kalangan media massa.

Mekanisme pemungutan suara pemilihan Ketua MK dilakukan dalam dua putaran. Pada putaran pertama, dari delapan suara hakim konstitusi masing-masing yakni empat diantaranya untuk Hamdan Zoelva, tiga untuk Arief Hidayat, dan satu untuk Ahmad Fadlil Sumadi.

Karena Ketua MK terpilih harus mendapatkan suara setidaknya lebih dari setengah jumlah pemilih (lima suara), maka dilakukan pemungutan suara putaran kedua, antara dua hakim yang memperoleh suara terbanyak pada putaran pertama, yakni Hamdan Zoelva dan Arief Hidayat

Pada putaran kedua, Hamdan Zoelva mendapatkan lima suara, sedangkan Arief Hidayat mendapatkan tiga suara, sehingga Hamdan otomatis menjadi Ketua MK terpilih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA