Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

'Dewan Pembina PD Akan Konfirmasi Semua Kader yang Terlibat'

Rabu 25 Jan 2012 03:00 WIB

Rep: Esthi Maharani/ Red: Ramdhan Muhaimin

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan pidato politiknya dalam acara Sarasehan Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (15/12) malam.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan pidato politiknya dalam acara Sarasehan Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (15/12) malam.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kasus wisma atlet telah menyeruak sejak setahun lalu. Sejumlah nama yang sebagian besar merupakan petinggi Partai Demokrat pun terseret-seret. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Syarif Hasan menginginkan agar kasus yang melibatkan kader PD bisa segera menemui titik terang.

"Kami menginginkan supaya ini clear secepatnya. Kalau memang tidak ada sangkut pautnya, tidak bersalah, ya harus ada semacam testimoni bahwa memang benar-benar bersih. Begitu pula sebaliknya. Kami inginkan (kasus) ini betul-betul selesai," katanya saat ditemui Republika,Selasa (24/1).

Dari pertengahan tahun lalu dan masa persidangan di pengadilan tipikor, sejumlah nama kader PD sering disebut terlibat kasus korupsi. Sebut saja, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, Angelina Sondakh, dan Mirwan Amir.

Ia belum bisa memastikan 'nasib' dari kader-kader tersebut, termasuk Anas. "Pada dasarnya kita harus secepatnya melakukan klarifikasi agar masalah terang benderang. Selama ini kan tidak terang benderang persoalan ini. Apakah terlibat ataukah tidak," katanya.

Ia menegaskan, jajaran Dewan Pembina akan melakukan konfirmasi kepada semua pihak yang terkait, tak hanya dari Anas.

Menurutnya, ketidakjelasan atas keterlibatan para kader itulah yang diakuinya ikut membuat citra PD tercoreng. "Pada akhirnya, kasus ini membawa citra PD kurang bagus," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA