Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

BPK Belum Temukan Aliran Dana Century ke Partai Politik

Jumat 23 Dec 2011 17:05 WIB

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengakui hasil audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kasus Bank Century belum memuaskan.

"Hasil audit forensik BPK ini tidak ada hasil yang luar biasa," kata Pramono Anung di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Pimpinan DPR RI menerima penyampaian hasil audit BPK terkait kasus Bank Century. Audit  BPK tersebut berangkat dari persoalan yang berkembang pada Panitia Khusus Kasus Bank Century yang hasilnya sudah menjadi keputusan DPR RI melalui rapat paripurna.

Panitia Khusus Kasus Bank Century meyakini ada aliran dana ke partai politik tertentu tapi dalam laporan hasil audit investigasi BPK tidak menemukan adanya aliran dana tersebut.

"Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR RI masa tugasnya diperpanjang paling lama hingga Desember 2012. Jika jeli, ada hal-hal yang bisa ditelusuri lebih jauh, seperti aliran dana ke sebuah yayasan dan ke direksi Bank Indonesia," katanya.

Sementara itu Ketua BPK Hadi Purnomo mengakui ada lima hambatan dalam melakukan audit investigasi ini. Pertama, BPK tidak memperoleh akses ke sebagian personel kunci dalam kasus Bank Century antara lain AT, DT, HT, RAR, HAW, HH dan KJ, yang diantaranya berstatus DPO (daftar pencarian orang) atau dalam proses hukum.

Karena tidak adanya akses sehingga sampai dengan laporan dibuat, BPK tidak memperoleh keterangan maupun dokumen terkait pemeriksaan dari personel kunci tersebut.

Kedua, BPK tidak memperoleh akses atas transaksi di luar negeri yang terkait dengan kasus Bank Century karena terkendala oleh ketentuan kerahasiaan transaksi perbankan di masing-masing negara.

Ketiga, ketidaklengkapan data nasabah dan atau transaksi di Bank Century.
Keempat, BPK kurang memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait kasus Bank Century yang sedang digunakan oleh aparat penegak hukum dalam proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan.

Kelima, BPK tidak memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (ADI).

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA