Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Polisi Selidiki Dugaan Kecurangan Dalam Tender e-KTP

Senin 08 Agu 2011 20:14 WIB

Rep: Irfan Fitrat/ Red: cr01

E-KTP (ilustrasi)

E-KTP (ilustrasi)

Foto: sjam792.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Polisi tengah menyelidiki adanya dugaan kecurangan dalam proyek pengadaan barang pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Diduga proyek anggaran tersebut bernilai triliunan rupiah.

"Kasusnya masih diselediki dulu," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sufyan Syarif, Senin (8/8).

Menurut Sufyan, polisi harus melakukan tahapan penyelidikan dan penyidikan terkait laporan dugaan korupsi tersebut. Polisi sudah memeriksa saksi pelapor terkait laporan dugaan kecurangan dalam tender pengadaan barang tersebut. Namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, karena polisi perlu mengumpulkan bukti-bukti sebelum menetapkan tersangka.

Laporan ini berawal dari tender pengadaan barang e-KTP yang diadakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Maret lalu. Dalam tender tersebut, ada sembilan perusahaan yang ikut ambil bagian dalam proses lelang. Namun, tender tersebut akhirnya mengerucut pada dua perusahaan, berinisial AIT dan PNRI.

Dua perusahaan tersebut pada akhirnya memenangkan proses lelang dan mendapatkan proyek tender. Namun dalam proses lelang, diduga panitia lelang tidak menjalankannya sesuai prosedur. Sehingga akhirnya memenangkan kedua perusahaan itu.

Dugaan adanya kecurangan ini akhirnya dilaporkan oleh konsorsium tujuh perusahaan yang kalah dalam tender pada pihak kepolisian. Dalam kasus ini, diduga mengakibatkan kerugian uang negara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES