Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Hari Ini, MUI Serahkan Dokumen Makar NII ke Mabes Polri

Jumat 13 May 2011 10:44 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Didi Purwadi

Menteri Agama, Suryadharma Ali (kiri), bersama pimpinan Ponpes Al Zaitun, Syek Panji Gumilang, memberikan keterangan pers di Ponpes Al Zaitun, Indramayu, Rabu (11/5).

Menteri Agama, Suryadharma Ali (kiri), bersama pimpinan Ponpes Al Zaitun, Syek Panji Gumilang, memberikan keterangan pers di Ponpes Al Zaitun, Indramayu, Rabu (11/5).

Foto: Antara/Dedhez Anggara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyerahkan beberapa dokumen terkait aktivitas dan struktur kabinet dalam Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah (KW) 9. Gerakan NII KW9 diduga telah melakukan kegiatan makar dengan Panji Gumilang, pimpinan Pondok Pesantren Al Zaitun, sebagai amir atau presiden NII KW9.

"Nanti siang saya ke Mabes Polri untuk menemui Kabareskrim Polri, Komjen Ito Sumardi," kata anggota Komisi Pengkajian MUI Pusat, Amin Djamaludin, yang dihubungi Republika pada Jumat (13/5).

Dalam pertemuan tersebut, Amin akan menyerahkan beberapa dokumen mengenai aktivitas NII yang sudah mengarah kepada tindakan makar. Bahkan, ia telah mempersiapkan salinan fotokopi dokumen tersebut jika memang dibutuhkan para wartawan.

Penyerahan dokumen itu sedianya diserahkan pada Selasa (10/5) lalu. Namun Kabareskim Polri, Komjen Ito Sumardi, tengah berada di luar negeri hingga Kamis (12/4). Wakil Kabareskrim Polri, Irjen Mathius Salempang, pun juga tidak berada di kantornya.

Maka itu, Amin akan ke Mabes Polri pada Jumat ini untuk menyerahkan dokumen tersebut. Selain itu, Amin juga akan mengimbau kepada penyidik Polri untuk memeriksa Menteri Agama atau Menteri Hukum dan Syariah NII KW9, Mumtahiz Azwar. Menurutnya, tokoh tersebut merupakan tokoh kunci untuk memperkarakan Panji Gumilang dengan kasus makar.

"Menteri Agama itu (NII KW9) adalah tangan kanan Panji Gumilang dan telah mendampinginya sejak 1996 lalu," tegasnya.

Mantan Menteri Percepatan Produksi NII KW9, Imam Supriyanto, sebelumnya juga melaporkan Panji Gumilang dalam kasus pemalsuan dokumen. Nama Imam dihilangkan dalam pendiri dan struktur kepengurusan Ponpes Al Zaitun karena telah keluar dari NII KW9 sejak 2007 lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA