Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Pelaku Bom Bekasi Berkomunikasi dengan Bahrun Naim Via Telegram

Ahad 11 Dec 2016 13:11 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bilal Ramadhan

Bahrun Naim

Bahrun Naim

Foto: JAK TV

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri mengungkap para pelaku yang ditangkap terkait penemuan bom di Bintara Jaya, Bekasi masih berkaitan dengan jaringan Bahrun Naim, petempur ISIS asal Indonesia.

Para pelaku ini juga menurut Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono berafiliasi dengan Jamaah Anshorut Daulah Khilafah Nusantara (JAKDN) pimpinan Bahrun Naim.

"Bahwasanya ini dari BN ya, dari Syria (Suriah) ya. Memang berafiliasi di Indonesia dengan jamaah Anshorut (JAKDN)," ujar Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Ahad (11/12).

Awi mengatakan, Bahrun Naim memang menginstruksikan pembentukan sel-sel baru di Indonesia, salah satunya para pelaku yang ditangkap Sabtu (10/12) kemarin. Karenanya, saat ini tim Densus juga terus mengantisipasi sel sel dari jaringan Bahrun Naim tersebut.

"BN berusaha merekrut mereka dan bikin sel-sel kecil dan tidak menutup kemungkinan ada sel-sel kecil lainnya. Tidak menutup kemungkinan di luar sana ada yang harus kita waspadai," ujarnya.

Awi mengungkap, dalam komunikasinya, Bahrun Naim juga diketahui berkomunikasi dengan sejumlah pelaku melalui telegram. Komunikasi dilakukan berkaitan dengan rencana aksi dan perakitan bom.

"Mereka pun belajarnya melalui BN, melalui komunikasi, melalui telegram, yang bersangkutan dikasih tahu membuat bomnya melalui telegram," ungkap Awi.

Tak hanya itu, Bahrun Naim juga terlibat dalam pembiayaan rencana aksi peledakan bom. Khusus bom di Bekasi, para tersangka diketahui aktif berkomunikasi dengan Bahrun terkait pembiayaan aksi yang rencananya diledakkan di Istana Negara Ahad (11/12) hari ini.

"Pertama MNS (Nur Solihin) alias Abu Huroh perannya membuat sel kecil, ikut merakit bom bersama DPO lainnya. Kemudian menerima kiriman dari BN sebanyak dua kali, lalu Dian Yulia Novi (DYN) menerima uang dari BN sebesar Rp1 juta melalui tersangka MNS untuk hidup sehari-hari di kontrakan," katanya.

Adapun, ada empat tersangka yang telah ditetapkan Tim Densus 88 yakni Nur Solihin (MNS), Agus Supriyadi (AS), Dian Yulia Novi (DYN) dan keempat S alias Abu Izzah.

Keempatnya diketahui ditangkap di lokasi berbeda yakni MNS dan AS di Flyover Kalimalang, Bekasi lalu DYN yang diketahui akan menjadi pengantin peledakan bom, ditangkap di kontrakan di Bintara Jaya, Bekasi dan S ditangkap di Karanganyar Jawa Tengah. "Sementara itu dua orang DPO masih kita buru," ungkap Awi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA