Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Jawa Barat akan Terjemahkan Arahan Mendikbud

Senin 25 Nov 2019 18:58 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi saat upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat, di lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (25/11).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi saat upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat, di lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (25/11).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Arahan Mendikbud akan diterjemahkan sebagai kebijakan di Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim yang tertera dalam naskah pidato Hari Guru Nasional. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan "Emil" Kamil, pihaknya akan menerjemahkan maksud dari Mendikbud sebagai kebijakan di wilayahnya.

Baca Juga

Emil mengatakan, arahan Mendikbud berkaitan dengan perubahan metode pembelajaran di sekolah. Ia menuturkan, pesan Mendikbud kepada guru sangat personal, sebab guru acap terkendala aturan manakala mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam kegiatan belajar mengajar.

"Kedua, Pak Menteri mengajak guru untuk membuat situasi belajar itu menjadi menyenangkan. Tidak hanya urusan menghafal, tapi juga bakti sosial, berpetualang mengasah keterampilan, dan murid disuruh berani menyampaikan gagasan," kata Emil seusai menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Lapang Gasibu, Kota Bandung, Senin.

Emil mengatakan, pesan utama dari Mendikbud RI adalah meminta guru di Indonesia untuk berimprovisasi guna mencari metode pembelajaran yang beragam. Ia mengungkapkan bahwa Mendikbud mengamanahkan agar bergulir perubahan.

:Dan saya kira nanti akan kita terjemahkan, yang dimaksud supaya, intinya, tidak hanya monoton dengan kurikulum, yang mungkin mayoritas kebanyakan menghafal dan guru-gurunya terbebani masalah administratif. Yang akhirnya waktu untuk berkreativitas menjadi kurang," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA