Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Kota Pekanbaru Kembali Berasap

Jumat 11 Oct 2019 11:03 WIB

Red: Nora Azizah

Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau.

Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau.

Foto: Antara/Rony Muharrman
Titik panas di wilayah Sumatera naik menjadi 543 pada Jumat (11/10) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Jumlah titik panas yang jadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera naik menjadi 543. Hal ini menyebabkan Kota Pekanbaru pada Jumat pagi ini kembali diselimuti kabut asap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Jumat (11/10) pagi, satelit Terra dan Aqua mendeteksi kenaikan jumlah titik panas dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Kamis sore (10/10), jumlah titik panas mencapai 405 sedangkan pada Jumat pagi naik menjadi 543 titik.

Titik panas paling bayak di Provinsi Sumatera Selatan, yakni ada 310 titik. Kemudian di Lampung ada 96 titik, Jambi 86 titik, Bangka Belitung 35 titik dan Bengkulu satu titik panas.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, mengatakan, jumlah titik panas di Provinsi Riau ada 15 titik. Lokasinya di Kabupaten Kuansing ada satu titik, Indragiri Hilir (Inhil) 4, dan Indragiri Hulu (Inhu) ada 10 titik panas.

Dari jumlah itu, ada 10 yang dipastikan titik api karhutlayaitu lokasinya di Kabupaten Inhu ada 8 titik, dan Inhil 2 titik. BMKG juga menyatakan Kota Pekanbaru pada pagi ini diselimuti kabut asap sisa karhutla.

"Kota Pekanbaru terpantau asap dengan jarak pandang dua kilometer," katanya.

Berdasarkan pantuan di lokasi, karhutla masih terjadi di daerah pinggiran Pekanbaru seperti di daerah Air Hitam. Kemudian, kebakaran lahan gambut juga masih terjadi di daerah Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Pekanbaru.

Namun, dua kebakaran lahan di lokasi tersebut tidak terpantau sebagai titik panas oleh satelit. Selama tiga hari terakhir, upaya pemadaman di Rimbo Panjang terus dilakukan dari darat dan udara menggunakan helikopter yang menjatuhkan bom air (water bombing).

Namun, kebakaran masih belum sepenuhnya padam karena kondisi lahan gambut dan vegetasi di sekelilingnya sangat kering. Sejumlah warga Kota Pekanbaru menyatakan sudah mulai merasakan bau asap sejak Rabu lalu terutama pada malam dan pagi hari.

"Kalau pagi hari terasa baunya menyengat," kata seorang warga, Andika Dyas (37).

Pada Kamis lalu (10/10), ia mengatakan asap bercampur embun sangat pekat terutama di daerah sekitar Jalan Tuanku Tambussai dan daerah Panam. "Saya saja sampai harus menyalakan lampu mobil karena asapnya pekat, takut ditabrak kendaraan dari arah berlawanan," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA