Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Polsek Tanjungpinang Sulap Mobil Patroli Jadi Pemadam Api

Sabtu 24 Aug 2019 19:50 WIB

Red: Ani Nursalikah

Api membakar semak belukar ketika terjadi kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (22/8/2019).

Api membakar semak belukar ketika terjadi kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (22/8/2019).

Foto: Antara/Rony Muharrman
Mobil patroli tersebut untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Polsek Tanjungpinang Barat, Polres Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau menyulap satu unit mobil patroli keamanan menjadi alat pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Firuddin, mengungkapkan kendaraan roda empat ini dilengkapi dengan tangki air berkapasitas satu ton, selang sepanjang 20 meter, mesin pompa berukuran 6,5 Horse Power (HP), dan dua tabung gas Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Kendaraannya sudah siap, kemungkinan Senin (26/8) mendatang akan kita uji coba peralatannya," kata Firudin, Sabtu (24/8).

Upaya tersebut merupakan wujud kepedulian dan keseriusan polisi mengantisipasi karhutla. Firudin mengharapkan kendaraan ini dapat bermanfaat dan berguna secara baik dalam mengantisipasi terjadinya karhutla.

"Kami juga akan bersinergi dengan petugas Damkar Tanjungpinang untuk menghindari dampak yang meluas," katanya.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar secara bersama-sama membantu dan mencegah terjadinya karhutla. Selain itu, warga diimbau tidak membakar sampah dan membuka lahan dengan cara membakar yang nantinya akan berimplikasi pada hukum yang tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 108.

"Setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA