Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

BPBD: 8 Ribu Warga Kabupaten Sukabumi Kesulitan Air Bersih

Jumat 12 Jul 2019 17:23 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi kekeringan.

Ilustrasi kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Warga terdampak kekeringan berasal dari tujuh kecamatan di Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak 8.174 jiwa warga Kabupaten Sukabumi mengalami kesulitan air bersih. Warga yang terdampak kekeringan ini berasal dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, hingga Rabu (10/7) jumlah warga mengalami kesulitan air bersih sebanyak 8.174 jiwa atau 2.983 Kepala Keluarga (KK). ''Ribuan warga yang terdampak kekeringan berada di tujuh kecamatan,'' ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna kepada wartawan Jumat (12/7).

Ia menambahkan, ribuan jiwa itu berasal dari 11 desa di tujuh kecamatan. Rinciannya meliputi Desa Cisaat Kecamatan Cicurug, Desa Cidadap Kecamatan Cidadap, Desa Karangjaya, Cijurey dan Gegerbitung Kecamatan Gegerbitung.

Selanjutnya, Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud, Desa Mekarmukti dan Waluran Mandiri Kecamatan Waluran, Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar. Terakhir di Desa Kebonmanggu dan Cibolang Kecamatan Gunungguruh.

Menurut Daeng, di Kabupaten Sukabumi terdapat 381 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 47 kecamatan. Sehingga mayoritas kecamatan di Sukabumi belum melaporkan terjadinya dampak kekeringan.

Daeng menuturkan, keluhan warga yang mengalami kekeringan sudah ditanggapi pemerintah dengan menyalurkan pasokan air bersih. Di mana pasokan air bersih yang sudah disalurkan kepada warga sedikitnya 30.000 liter.

Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman menerangkan, wilayah yang sudah dipasok air bersih diantaranya Kecamatan Gunungguruh, Palabuhanratu, Gegerbitung, Cisolok dan Simpenan. Terakhir pendistribusian air bersih disalurkan ke Kampung Pasirkuda, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung.

Di mana pasokan air bersih yang diberikan mencapai 10.000 liter atau 2 tangki untuk satu desa. Menurut Eka, di musim kemarau ini BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 tangki. Selain dari BPBD, pasokan air bersih juga dilakukan oleh PDAM Kabupaten Sukabumi untuk wilayah utara seperti Kecamatan Cibadak.

Di sisi lain, BPBD Kota Sukabumi hingga kini belum menerima laporan adanya kesulitan air bersih akibat kekeringan. ‘’ Hingga saat ini belum ada yang melapor kesulitan air bersih,’’ cetus Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami.

Ia menerangkan wilayah Kota Sukabumi berdasarkan pemetaan pada tahun sebelumnya masuk dalam potensi kekeringan tingkat sedang. Sehingga petugas BPBD akan terus memantau dampak kekeringan di lapangan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA