Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Purwakarta akan Beri Penghargaan Petugas KPPS yang Meninggal

Kamis 25 Apr 2019 18:54 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Andi Nur Aminah

Keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia di Kabupaten Purwakarta

Keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia di Kabupaten Purwakarta

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Tercatat ada dua petugas KPPS di Purwakarta yang meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta akan menggandeng KPU setempat, untuk menyelenggarakan penghargaan khusus terhadap petugas KPPS yang meninggal dunia. Selama proses demokrasi lima tahunan ini berlangsung, tercatat ada dua petugas KPPS di Purwakarta yang meninggal dunia.

Baca Juga

Sekda Purwakarta, Iyus Permana, mengatakan, baik pemkab maupun KPU akan memberikan sebuah penghargaan dalam bentuk acara. Acaranya, yaitu tribute to pahlawan demokrasi. Rencananya, penghargaan ini akan digelar setelah proses rekapitulasi suara selesai dilaksanakan. "Kita sudah berkomunikasi dengan KPU. Mereka setuju," ujar Iyus, kepada sejumlah media, Kamis (25/4).

Tribute to pahlawan demokrasi ini, merupakan salah satu penghargaan dan penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan demokrasi itu. Apalagi, dua petugas KPPS yang meninggal dunia ini, merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Serta, anak-anak mereka masih duduk di bangku sekolah.

Tak hanya itu, mewakili Pemkab Purwakarta, Iyus mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Serta,  ucapan terima kasih kepada seluruh petugas maupun pihak yang telah menyukseskan Pemilu 2019.
 
Acara itu sendiri menurut Iyus, direncanakan akan digelar setelah penghitungan selesai. Dalam acara tersebut, akan disematkan kepada keluarga korban maupun ahli waris sebagai pahlawan demokrasi.

Pada Pemilu 2019, ada dua orang petugas KPPS asal Kabupaten Purwakarta yang meninggal akibat kelelahan saat bertugas. Yaitu Ketua KPPS TPS 03 Deden Damanhuri (46) asal Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong. Serta Carman anggota KPPS TPS 01 asal Desa Gardu, Kecamatan Kiarapedes.

Sementara itu, isteri Deden Damanhuri, Popon Komariah (40 tahun), mengaku sangat berterimakasih atas perhatian semua pihak. Sejak suaminya meninggal pada 17 April kemarin, usai pengambilan sumpah jabatan, banyak perhatian yang ditujukan pada keluarganya. Mulai dari KPU Purwakarta, Wabup Purwakarta Aming, Kapolres Purwakarta, Gubernur Jabar sampai pimpinan partai politik.

"Terima kasih banyak atas perhatiannya. Saya sudah ikhlas, suami saya pergi untuk selamanya. Doakan kami, supaya tetap kuat dalam menjalani kehidupan ini," ujar ibu tiga anak tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA