Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Bawaslu Kediri Akui Banyak Kesalahan Penulisan Formulir C1

Kamis 25 Apr 2019 00:25 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) melakukan simulasi pengisian dokumen C1 saat mengikuti bimbingan teknis di Waeapo, Pulau Buru, Maluku, Sabtu (13/4/2019).

[ilustrasi] Petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) melakukan simulasi pengisian dokumen C1 saat mengikuti bimbingan teknis di Waeapo, Pulau Buru, Maluku, Sabtu (13/4/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Kesalahan penulisan untuk formulir C1 banyak terjadi di tingkat kelurahan.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri, Jawa Timur menyatakan banyak kesalahan saat menulis untuk formulir C1 antara formulir hologram dan plano. Sehingga, petugas harus mengubah kembali penulisan sesuai dengan yang tertera di plano.

"Intinya karena memang lima surat suara dan penghitungan sampai malam banyak kesalahan menulis di C1, sehingga yang menjadi patokan adalah C1 plano, karena itu dilihat banyak orang," kata Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansyur, di Kediri, Rabu (24/4).

Ia mengatakan, kesalahan itu juga banyak ditemukan saat proses rekapitulasi tingkat kelurahan tersebut. Terjadi ketidaksesuaian data itu masih bisa diperbaiki lagi dengan mendapatkan persetujuan baik dari saksi maupun dari pengawas. Setelah dikoreksi dan diketahui salahnya, proses rekapitulasi akhirnya terus berjalan.

Saat ini proses rekapitulasi tersebut masih terus berjalan. Pada tingkat kecamatan, kota dan pesantren dimungkinkan selesai proses rekapnya pada Kamis (25/4). Sedangkan, rekapitulasi untuk Kecamatan Mojoroto dimungkinkan pada Jumat (26/4).

Setelah proses rekapitulasi seluruh kelurahan selesai, dilanjutkan rekapitulasi oleh PPK dan setelahnya dibawa ke KPU Kota Kediri untuk menunggu proses rekapitulasi di tingkat KPU. Bawaslu juga terus melakukan pengawasan selama proses rekapitulasi itu, memastikan pelaksanaan pemilu berjalan dengan tertib dan lancar.

Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik mengatakan untuk rekapitulasi memang belum selesai hingga sekarang ini. Namun, dirinya memastikan mayoritas rekapitulasi berjalan dengan tertib dan lancar.

"Untuk sekarang masih proses di PPK, sedangkan untuk kendala biasa, terkait dengan dokumen C1, ada yang rapi, cocok, ada yang masih perlu dibetulkan. Ini karena ada yang belum pas dan itu biasa, solusinya di beberapa TPS ada yang hitung ulang, tapi tidak semuanya. Karena data tidak pas, jadi beberapa saksi minta untuk hitung ulang dan itu lazim," kata Gus Rofik, sapaan akrabnya.

Di Kota Kediri, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yakni 201.850 orang. Jumlah itu belum termasuk daftar pemilih tambahan (DPTb) yang diputuskan sebanyak 8.731 pemilih. Mereka adalah warga dari luar Kota Kediri yang ikut pindah pilih di Kediri, sedangkan warga Kota Kediri yang pindah pilih ke kota lain tercatat 996 pemilih. Semuanya tersebar di 46 kelurahan pada tiga kecamatan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA