Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Dokter dan Paramedis Disiagakan di Lokasi Penghitungan Suara

Selasa 23 Apr 2019 20:40 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi petugas medis memeriksa kondisi kesehatan anggota penyelenggara Pemilu 2019.

Ilustrasi petugas medis memeriksa kondisi kesehatan anggota penyelenggara Pemilu 2019.

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Kondisi beberapa petugas cukup menurun karena memastikan pemilu berjalan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Pemerintah Kota Bengkulu menyiagakan empat orang petugas kesehatan di masing-masing lokasi penghitungan surat suara yang saat ini prosesnya berada di tingkat kecamatan. Petugas kesehatan itu terdiri dari dua orang dokter dan dua orang paramedis.

Baca Juga

Keberadaan petugas kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan petugas pemilihan umum terjaga baik saat bertugas. "Ada empat orang petugas kesehatan yang berjaga di kantor kecamatan untuk memastikan kondisi kesehatan petugas terjaga dengan baik," kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Muara Bangkahulu, Awaludin di Bengkulu, Selasa (23/4).

Ia mengatakan banyak petugas pemilihan umum yang jatuh sakit dan tidak sedikit yang meninggal dunia karena kelelahan, penyakit kambuh, jantung dan lainnya. Ia menambahkan kondisi ini menjadi cambukan untuk pemerintah daerah Kota Bengkulu.

Awaludin mengatakan kondisi petugas yang kelelahan akibat bertugas hingga mengakibatkan kematian memang belum terjadi di Bengkulu. Namun, kejadian di daerah lain sudah layak dijadikan pelajaran.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menyiagakan dua orang dokter dan dua petugas kesehatan di masing-masing kecamatan yang masih menjalani pleno. Awaluddin menambahkan hampir seminggu ini kondisi beberapa petugas cukup menurun karena bekerja memastikan pemilu berjalan baik.

Sementara itu, dokter yang menangani PPK dan PPS Teluk Segara Gandar Kusuma menjelaskan, banyak petugas yang mengalami tensi darah rendah ketika dicek rutin sejak Senin (22/4). "Dilihat dari tekanan darah, terlihat mereka kerja lembur, hampir 75 persen darah tinggi semua, karena kurang istirahat," kata Gandar.

Lebih lanjut kata Gandar, tekanan darah para petugas harus terkontrol. Sebab, bila terus menerus naik akan mengakibatkan kondisi yang serius, sehingga dilakukanlah pembagian obat secara gratis untuk para petugas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA