Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Emil akan Kumpulkan Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal

Senin 22 Apr 2019 19:41 WIB

Red: Nur Aini

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berserta istrinya Atalia Praratya memperlihatkan tinta di jari kelingkingnya usai melakukan pencoblosan Pemilu 2019, di TPS 32, Cigadung, Kota Bandung, Rabu (17/4).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berserta istrinya Atalia Praratya memperlihatkan tinta di jari kelingkingnya usai melakukan pencoblosan Pemilu 2019, di TPS 32, Cigadung, Kota Bandung, Rabu (17/4).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Ridwan Kamil berjanji Pemprov Jabar beri santunan keluarga petugas KPPS meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil akan mengumpulkan para keluarga petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di Jawa Barat yang meninggal saat dan seusai bertugas pada pemilu 2019.

Baca Juga

"Insya Allah rencananya besok saya akan mengundang keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia, termasuk yang sakit dan TNI serta Polri yang bertugas," kata Gubernur Emil di Gedung Sate Bandung, Senin (2/4).

Gubernur mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyebut berapa anggaran yang disiapkan untuk santunan kepada mereka. Namun kalau tidak ada anggaran pemerintah, ia siap mengeluarkan dana operasional gubernur.

"Soal itu mah pasti ada jalannya ya, kan gubernur ada dana operasional, bisa dari Bank BJB, sumber mah bisa dicari," kata dia.

"Jadi ada santunan dan penghargaan, nilainya besok. Penghargaan akan diberi di waktu yang lebih afdol. Santunan hanya untuk yang berpulang," kata Gubernur Emil.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, santunan untuk petugas KPPS yang meninggal itu tak bisa menggunakan dana APBD.

Akan tetapi, kata Iwa, pihaknya akan tetap mencari cara lain agar santunan tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jabar kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Untuk hal itu sudah ada pembahasan, dari sisi anggaran yang ada kan belum disiapkan karena aturannya tidak ada," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA