Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Seorang Petugas KPPS di NTB Keguguran

Senin 22 Apr 2019 18:35 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nur Aini

Ilustrasi surat suara

Ilustrasi surat suara

Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Petugas KPPS di NTB yang keguguran hamil lima bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang mendata para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang sakit akibat kelelahan bekerja dalam mengawal proses rekapitulasi surat suara. Ketua KPUD NTB Suhardi Soud mengatakan seorang Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Lombok Timur mengalami keguguran dalam usia kehamilan yang memasuki lima bulan.

Baca Juga

"Pengorbanan luar biasa. Lima bulan kehamilannya karena jalankan tugas di PPS, dia keguguran, ini sangat miris, kita melihat teman-teman penyelenggara yang tulus bekerja tanpa kebal lelah dengan risiko yang sangat tinggi," ujar Suhardi di Lombok Utara, NTB, Senin (22/4).

Suhardi berharap kondisi tersebut menjadi masukan bagi pemerintah agar memberikan perhatian lebih hingga asuransi kepada para penyelenggara pemilu.

"Ini menjadi kritik bagi negara agar disediakan asuransi pada pemilu ke depan, jangan hanya tenaga teman-teman saja yang digunakan tapi tidak seimbang dengan fasilitas yang dimiliki," kata Suhardi. 

Suhardi mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu memeriksa kondisi kesehatan pada petugas di lapangan. Suhardi meminta para petugas yang merasa keletihan untuk beristirahat memulihkan kondisinya.

"Ada yang dari jam 08.00 sampai jam 24.00 baru selesai, ini kan kadang-kadang tidak manusiawi, tapi karena tuntutan pekerjaan dan tenggat waktu, harus dilakukan," kata Suhardi.

Suhardi menilai besarnya pengorbanan para petugas di lapangan harus diapresiasi dan meminta publik tidak melemparkan tudingan yang tidak benar terkait kerja yang dilakukan para petugas penyelenggara.

"Kita semuanya sangat terbuka dan bisa dipertanggungjawaban," ucap Suhardi. 

Ketua KPUD Lombok Utara Juraidin mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Utara terkait pemeriksaan kesehatan terhadap para petugas di lapangan. Juraidin menilai sejumlah petugas di Lombok Utara harus mendapatkan perawatan di puskesmas lantaran kelelahan. Juraidin berharap pusat memberikan perhatian terhadap kondisi para petugas yang sakit akibat bekerja mengawal kesuksesan pemilu.

"Alhamdulillah mulai Ahad kemarin, RSUD Lombok Utara sudah kirimkan tim medis untuk cek kesehatan PPK," kata Juraidin. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA